Bandung, 7 Oktober 2025. Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) kembali menunjukkan kiprah internasionalnya dengan menghadirkan akademisi dunia, Prof. Kazumi Masuda, Ph.D., M.Sc., B.PEd., Dip.SS., Dip.Sci.Football, dari Kanazawa University, Jepang, sebagai narasumber utama dalam kuliah tamu bertajuk “Introduction to Exercise Physiology and Biochemistry”, yang berlangsung Selasa, 7 Oktober 2025 di Auditorium FK UPI, Bandung. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Guest Lecture Series on Exercise Medicine yang sebelumnya menghadirkan Dr. Tsubasa Shibaguchi, dan menjadi tindak lanjut konkret kerja sama akademik antara FK UPI dan Kanazawa University. Sebagai salah satu inisiatif dari program “Dikti Saintek Berdampak”, kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas mahasiswa kedokteran UPI dalam bidang exercise physiology, biokimia otot, dan pencegahan penyakit metabolik berbasis latihan. Melalui kolaborasi ini, FK UPI menegaskan komitmennya menjadi fakultas kedokteran berdampak yang tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu, tetapi juga membangun jejaring riset global yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

Eksplorasi Ilmiah Prof. Kazumi Masuda. Prof. Kazumi Masuda merupakan Profesor pada Faculty of Human Sciences, Kanazawa University, sekaligus pakar fisiologi olahraga dan biokimia otot dengan pengalaman riset di University of Tsukuba dan University of California Davis. Dalam materinya yang berjudul “Basic Science of the Musculoskeletal System: Introduction to Exercise Physiology and Biochemistry”, Prof. Masuda menjelaskan dasar ilmiah sistem muskuloskeletal, fungsi mitokondria, dan mekanisme kontrol kualitas mitokondria dalam adaptasi latihan. Ia menyoroti bagaimana latihan fisik berperan penting dalam pencegahan penyakit tidak menular seperti diabetes melitus tipe 2, melalui peningkatan sensitivitas insulin dan transpor glukosa ke dalam sel otot. Selain itu, Prof. Masuda memperkenalkan konsep epigenetik dan miRNA yang menjelaskan mengapa respon tubuh terhadap latihan dapat berbeda antarindividu (trainability differences). Pendekatan berbasis bukti ini menjadi fondasi bagi pengembangan exercise-based medicine, yang kini menjadi fokus global dalam pendidikan kedokteran preventif.

Peran dan Dampak FK UPI. Melalui kegiatan ini, FK UPI memperkuat posisinya sebagai pusat pembelajaran dan riset berbasis dampak. Kolaborasi dengan Kanazawa University menjadi langkah nyata implementasi program “Berdampak”, di mana setiap kegiatan akademik dirancang agar menghasilkan kontribusi ilmiah dan sosial. Mahasiswa FK UPI memperoleh pengalaman langsung dalam memahami hubungan antara aktivitas fisik, kesehatan metabolik, dan fungsi biologis tubuh manusia, sehingga mereka siap menjadi dokter yang mampu menerjemahkan sains dasar ke dalam praktik klinis yang humanistik dan berbasis bukti.

Keterkaitan dengan SDGs. Guest Lecture ini secara langsung mendukung pencapaian:
- SDG 3 (Good Health and Well-Being): meningkatkan kesehatan melalui pemahaman ilmiah tentang peran latihan dalam pencegahan penyakit.
- SDG 4 (Quality Education): memperkuat mutu pendidikan tinggi kedokteran dengan menghadirkan pakar internasional dan pembelajaran berbasis riset
Kegiatan ini mencerminkan komitmen FK UPI untuk menjadi bagian dari sistem pendidikan global yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada keberlanjutan kesehatan masyarakat.

Rekomendasi Strategis. Prof. Masuda menekankan pentingnya penelitian bersama (joint research) antara FK UPI dan Kanazawa University di bidang mitokondrial medicine, epigenetik otot, serta rehabilitasi berbasis latihan. FK UPI merekomendasikan penguatan program exchange lecture dan co-supervised research bagi mahasiswa dan dosen untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah internasional dan memperluas jejaring riset Asia-Pasifik.
Rangkaian Acara dan Kehadiran. Acara dibuka oleh Prof. Hamidie Ronald Daniel Ray, Ph.D., Dekan FK UPI, yang juga merupakan alumnus bimbingan Prof. Masuda di Kanazawa University. Turut hadir para Wakil Dekan, Ketua Program Studi Kedokteran, dosen, serta seluruh mahasiswa angkatan 2024 dan 2025. Sesi diskusi berlangsung dinamis, menampilkan tanya jawab interaktif mengenai fisiologi latihan, mekanisme adaptasi otot, dan peluang riset bersama. Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama sebagai simbol persahabatan akademik Indonesia–Jepang.
Penutup. Kegiatan kuliah umum ini tidak hanya memperluas wawasan ilmiah mahasiswa, tetapi juga menjadi momentum penting bagi FK UPI untuk meneguhkan jati dirinya sebagai fakultas kedokteran berbasis riset, berdampak, dan berjejaring global.
Kontributor : Humas FK UPI
