Bandung, 4 Oktober 2025. Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) terus menunjukkan kiprah globalnya melalui penyelenggaraan UPI–ACESS Joint Symposium 2025 bertema “Movement as Medicine: Advancing Health and Performance Through Exercise Science.” Kegiatan yang digelar di Gedung Fakultas Kedokteran UPI ini merupakan hasil kolaborasi antara FK UPI dengan Asian College of Exercise and Sports Science (ACESS), sebagai langkah strategis memperkuat riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat berbasis ilmu olahraga dan kedokteran. Simposium ini menjadi momentum penting bagi FK UPI dalam memperluas jejaring akademik internasional dan memperkuat posisinya sebagai fakultas yang berfokus pada pengembangan pendidikan kedokteran berbasis riset dan kesehatan masyarakat yang berdampak nyata. Melalui kegiatan ini, UPI mengimplementasikan semangat Diktisaintek Berdampak dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi yang mendorong sinergi antara riset, inovasi, dan penerapan hasil penelitian bagi masyarakat.
Penandatanganan MoU dan MoA: Tonggak Kolaborasi Akademik Internasional. Dalam rangkaian kegiatan simposium ini, dilakukan pula penandatanganan dua dokumen penting: Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Pendidikan Indonesia dan ACESS, serta Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Kedokteran UPI dan ACESS.
Rangkaian Kegiatan dan Pembicara Utama. Kegiatan dimulai dengan registrasi peserta, menyanyikan Indonesia Raya dan Hymne UPI, serta sambutan pembukaan oleh Rektor Universitas Pendidikan Indonesia yang diwakili oleh Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si. — Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan . Acara dilanjutkan dengan penandatanganan MoU dan MoA antara UPI dan ACESS, yang menjadi simbol resmi dimulainya kolaborasi akademik internasional tersebut.

- MoU ditandatangani oleh Dr. Fabian Chin Leong Lim, President of ACESS, dan Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., Rektor Universitas Pendidikan Indonesia.
- MoA ditandatangani oleh Dr. Fabian Chin Leong Lim dan Prof. Dr. Hamidie Ronald Daniel Ray, M.Pd., Ph.D., Dekan Fakultas Kedokteran UPI.

Kedua perjanjian ini menjadi dasar kerja sama akademik internasional yang mencakup:
- Pertukaran dosen, peneliti, dan mahasiswa dalam kegiatan ilmiah lintas negara.
- Kolaborasi riset dan publikasi bersama di bidang exercise and sports science.
- Penyelenggaraan seminar, konferensi, dan pelatihan internasional.
- Pertukaran sumber daya pendidikan dan materi pembelajaran ilmiah.
- Pengembangan inovasi berbasis riset untuk peningkatan kesehatan masyarakat.Kerja sama ini diharapkan melahirkan pusat riset dan inovasi bersama di bidang kedokteran olahraga serta menjadi model kemitraan akademik berkelanjutan yang berdampak global.


Dua pembicara utama dari ACESS hadir menyampaikan pandangan ilmiah terkini:
- Prof. Dr. Ryoichi Nagatomi, Vice President for Scientific Exchange and Forums ACESS, membahas peran fisiologi olahraga dalam pencegahan penyakit kronis dan peningkatan kualitas hidup.
- Dr. Chaipat Lawsirirat, Vice President for Academic Development ACESS, mengulas strategi ilmiah untuk meningkatkan performa fisik dan pencegahan cedera berbasis bukti.

Simposium juga menampilkan sesi presentasi oral dan poster dari berbagai peneliti dan mahasiswa, baik dari UPI maupun mitra internasional seperti Jepang dan Vietnam. Topik yang diangkat mencakup biomekanika, inflamasi akibat latihan intensitas tinggi, nutrisi mahasiswa, serta perbandingan kapasitas aerobik atlet muda.

Sebagai penutup, diberikan penghargaan Young Investigator/Student Award dan Research Fellow Travelling Award oleh perwakilan UPI dan ACESS sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi riset para peserta muda.
Tema dan Relevansi Global. Tema “Movement as Medicine” menegaskan pentingnya aktivitas fisik sebagai salah satu strategi pencegahan dan pengobatan dalam kedokteran modern. Kegiatan ini juga menyoroti peran ilmu olahraga dalam mendukung kesehatan, performa, dan kualitas hidup manusia secara berkelanjutan.
Simposium ini mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama:
- SDG 3: Good Health and Well-being, melalui promosi kesehatan dan pencegahan penyakit berbasis aktivitas fisik, dan
- SDG 4: Quality Education, melalui penguatan riset dan inovasi pendidikan kedokteran olahraga di tingkat internasional.
FK UPI menegaskan komitmennya untuk menjadi pusat unggulan dalam pendidikan kedokteran yang mengintegrasikan science, sports, and health untuk pembangunan manusia Indonesia yang sehat dan berdaya saing global.
Peran dan Dampak FK UPI. Melalui kegiatan ini, FK UPI menegaskan perannya sebagai fakultas yang tidak hanya berfokus pada pendidikan kedokteran konvensional, tetapi juga berorientasi pada integrasi ilmu olahraga dan sains kesehatan sebagai bagian dari inovasi kedokteran masa depan. Simposium ini menjadi ruang kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi kesehatan untuk berbagi pengetahuan dan membangun jejaring riset internasional yang berkelanjutan.
Rekomendasi Strategis dan Arah Ke Depan
Sebagai tindak lanjut dari simposium dan kerja sama ini, FK UPI berencana untuk:
- Membangun pusat riset kolaboratif UPI–ACESS di bidang Exercise and Health Innovation.Mengembangkan program magister berbasis riset olahraga medis.
- Meningkatkan jejaring industri kesehatan dan kebugaran untuk penerapan hasil riset di masyarakat.
Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat posisi UPI sebagai universitas bereputasi global dan berperan aktif dalam pembangunan kesehatan berkelanjutan di Indonesia.
Pejabat dan Mitra yang Hadir. Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan, Dekan Fakultas Kedokteran UPI, jajaran pimpinan ACESS, serta mitra pendukung kegiatan antara lain Tripatria Andalan Medika, Prodia, dan Garuda Tunggal Perkasa. Kehadiran para mitra industri ini menunjukkan pentingnya sinergi antara akademisi dan sektor kesehatan untuk memperkuat riset dan inovasi yang berdampak langsung pada masyarakat.
Penutup. UPI–ACESS Joint Symposium 2025 tidak sekadar menjadi forum ilmiah, tetapi juga simbol kolaborasi internasional yang konkret antara akademisi dan praktisi dalam mewujudkan konsep “Movement as Medicine.” Melalui kerja sama ini, Fakultas Kedokteran UPI menegaskan komitmennya untuk melahirkan inovasi dan riset yang berdampak, mendukung pencapaian SDGs, serta memperkuat posisi Indonesia di kancah ilmiah global sebagai pelopor pendidikan dan penelitian kedokteran olahraga yang berorientasi pada kesehatan masyarakat.
Kontributor : Humas FK UPI
