Membangun Dokter Masa Depan: Integrasi Ilmu, Etika, dan Nilai Bersama Dr. (H.C.) Adi Hidayat di Fakultas Kedokteran UPI

Membangun Dokter Masa Depan: Integrasi Ilmu, Etika, dan Nilai Bersama Dr. (H.C.) Adi Hidayat di Fakultas Kedokteran UPI

Bandung, 7 September 2025. Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) kembali menghadirkan tokoh inspiratif nasional dalam upaya memperkuat karakter dan nilai kemanusiaan bagi calon dokter masa depan. Melalui kuliah umum bertajuk Membangun Dokter Masa Depan: Integrasi Ilmu, Etika, dan Pendidikan Berbasis Nilai, FK UPI mengundang Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A., Ph.D. sebagai narasumber utama. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Fakultas Kedokteran UPI pada Selasa, 7 September 2025, pukul 10.00 – 11.45 WIB.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen FK UPI dalam menumbuhkan profil dokter yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berintegritas, beretika, dan memiliki nilai spiritual serta sosial yang kuat. Melalui integrasi antara ilmu pengetahuan kedokteran, pendidikan nilai, dan penguatan karakter, FK UPI berupaya menghasilkan dokter pendidik yang humanis dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Program ini sejalan dengan visi UPI sebagai universitas pelopor dan unggul yang berdaya saing global, yang turut berkontribusi dalam mewujudkan program “Diktisaintek Berdampak”. Melalui kegiatan ini, FK UPI menegaskan perannya dalam mencetak tenaga medis yang tidak hanya kompeten dalam bidang keilmuan, tetapi juga memiliki dampak sosial positif di tengah masyarakat, sesuai semangat tridarma perguruan tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian.

Kegiatan kuliah umum ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), tujuan ke-4 (Pendidikan Berkualitas), dan tujuan ke-16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Melalui penguatan nilai etika dan spiritual dalam pendidikan kedokteran, FK UPI turut mendukung terciptanya sistem pendidikan yang berkeadilan dan layanan kesehatan yang berkelanjutan.

Dalam paparannya, Dr. (H.C.) Adi Hidayat menekankan pentingnya integrasi antara ilmu dan nilai dalam proses pembelajaran kedokteran. Menurutnya, seorang dokter sejati bukan hanya yang mampu mendiagnosis dan menyembuhkan penyakit, tetapi juga mampu menghadirkan kedamaian dan empati dalam pelayanan kepada pasien. “Ilmu tanpa nilai akan kehilangan arah, dan nilai tanpa ilmu akan kehilangan pijakan,” ungkapnya.

Kuliah umum ini turut dihadiri oleh pimpinan FK UPI, para dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa program sarjana kedokteran. Antusiasme peserta terlihat dari interaksi aktif selama sesi tanya jawab yang menyoroti isu-isu etika medis, integrasi pendidikan nilai, serta tantangan moral dokter di era digital.

Sebagai rekomendasi strategis, FK UPI berencana mengembangkan seri kuliah nilai dan etika kedokteran secara berkelanjutan, serta mengintegrasikan kurikulum berbasis karakter ke dalam setiap tahapan pembelajaran. Inisiatif ini diharapkan menjadi bagian dari praktik terbaik pendidikan kedokteran yang berfokus pada pengembangan kompetensi akademik, afektif, dan sosial.

Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan cendera mata kepada narasumber serta foto bersama seluruh peserta. Melalui kegiatan ini, FK UPI semakin meneguhkan posisinya sebagai fakultas kedokteran yang tidak hanya mencetak dokter profesional, tetapi juga dokter pendidik yang berdampak dan berkarakter unggul.

Kontributor : Humas FK UPI