Bandung, 12 Oktober 2025. Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) bekerja sama dengan Alzheimer’s Indonesia (ALZI) Chapter Bandung menyelenggarakan kegiatan World Alzheimer Month 2025 bertema “Ask About Dementia” pada Minggu, 12 Oktober 2025 bertempat di Auditorium Gedung FK UPI lantai 3. Acara dipandu oleh dr. Alvin Wiharja, Sp.KO., MMRS Kegiatan ini dihadiri oleh dosen, perwakilan ALZI Bandung, dan seluruh mahasiswa yang mengontrak mata kuliah Neuropsychiatry & Special Senses System (NPSS) sebagai bagian dari kegiatan akademik terintegrasi. Seminar dibuka dengan sambutan oleh Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu, dr. Pipit Pitriani, M.Kes, Ph.D., mewakili Dekan FK UPI, dilanjutkan sambutan dr. Gita Siti Purnama, A.SpDVE-FINSDV, selaku Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Dokter, Dalam pesannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah penting untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa terhadap penyakit Alzheimer dan menanamkan nilai empati serta tanggung jawab sosial dalam praktik kedokteran di masa depan.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber ahli, yakni dr. Ela Kustila, Sp.N dan dr. Yustiani Dikot, Sp.S (NGD-K), yang membahas berbagai aspek tentang deteksi dini, penatalaksanaan, serta strategi mempertahankan kualitas hidup bagi Orang Dengan Demensia (ODD). Dalam paparannya, para narasumber menekankan bahwa pengenalan gejala sejak dini sangat penting agar keluarga dan tenaga medis dapat memberikan intervensi lebih cepat dan tepat. Mahasiswa peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang interaktif. Melalui kegiatan ini, FK UPI mempertegas perannya sebagai institusi pendidikan kedokteran yang berkomitmen pada Program Berdampak, dengan menghubungkan pembelajaran akademik dan pengabdian masyarakat dalam satu ekosistem ilmiah yang berorientasi pada solusi nyata.

Kegiatan ini juga berkontribusi langsung terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dan SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Melalui pengintegrasian tema Alzheimer ke dalam mata kuliah NPSS, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori neuropsikiatri, tetapi juga mengasah sensitivitas sosial terhadap tantangan kesehatan lansia di masyarakat. Kolaborasi UPI dan ALZI Bandung menjadi wujud nyata sinergi antara pendidikan, riset, dan aksi sosial untuk menciptakan generasi dokter yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kesehatan publik dan kesejahteraan keluarga pasien.


Dalam kesempatan yang sama, Wulan, selaku Ketua ALZI Bandung, menyampaikan apresiasinya kepada UPI atas inisiatif dalam meningkatkan kesadaran Alzheimer di kalangan mahasiswa kedokteran. Ia menegaskan pentingnya memperluas kegiatan edukatif seperti ini agar lebih banyak generasi muda memahami pentingnya deteksi dini dan pendampingan bagi penderita demensia. Seminar ini diakhiri dengan penyerahan piagam kepada narasumber dan foto bersama, sebagai simbol komitmen berkelanjutan antara FK UPI dan ALZI Bandung untuk bersama-sama membangun masyarakat yang lebih peduli, inklusif, dan berdaya dalam menghadapi isu kesehatan neurodegeneratif di masa mendatang.
