BRIN dan Fakultas Kedokteran UPI Tindaklanjuti PKS melalui Rencana Riset Bersama dan Program Pengembangan SDM

BRIN dan Fakultas Kedokteran UPI Tindaklanjuti PKS melalui Rencana Riset Bersama dan Program Pengembangan SDM

Bandung, 16 Oktober 2025 — Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) kembali menerima kunjungan dari Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Pada Hari Rabu, 15 Oktober 2025,  sebagai tindak lanjut Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah disepakati antara Universitas Pendidikan Indonesia dan Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN. Pertemuan yang berlangsung di Fakultas Kedokteran UPI ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan lembaga riset nasional.

Pertemuan tindak lanjut PKS ini dihadiri oleh rombongan dari Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis (PRKPK) BRIN, yang terdiri atas para peneliti dan pejabat riset, di antaranya Dr. dr. Harimat Hendarwan, M.Kes., (Kepala Pusat),  Amir Su’udi, S.K.M., M.K.M., Nurhayati, Fatchul Fajri, Risyul, dan Achmad Shidqi, serta Sundari Wirasmi selaku perwakilan dari BRIN. Kehadiran para peneliti ini menunjukkan komitmen BRIN untuk memperkuat jejaring riset bersama Fakultas Kedokteran UPI, khususnya dalam bidang kedokteran preklinis, klinis, dan pengembangan inovasi berbasis riset kesehatan.

Peran dan Dampak UPI dalam Kolaborasi Strategis. Sebagai institusi pendidikan yang berfokus pada pengembangan ilmu kedokteran berbasis pendidikan, FK UPI berperan penting dalam menjembatani riset terapan dan pembelajaran akademik. Melalui tindak lanjut PKS ini, kedua institusi sepakat untuk memperkuat riset kolaboratif di bidang kedokteran preklinis dan klinis, terutama pada pengembangan riset berbasis pendidikan dan inovasi teknologi kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kegiatan dalam jangka waktu dekat hasil dari diskusi kegiatan ini adalah rencana Penelitian dan kerja sama Fakultas Kedokteran dan Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis-Organisasi Riset Kesehatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), untuk uji coba dan simulasi perangkat pemantauan performa atlet di Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Indonesia yang akan dilaksanakan pada Hari Rabu 29 Oktober 2025.

Sinergi ini sejalan dengan arah kebijakan UPI untuk menghadirkan program yang berdampak (impactful programs) — yakni kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kompetensi SDM kesehatan, riset aplikatif, serta pelayanan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan.

Relevansi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Kegiatan tindak lanjut PKS ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya: SDG 3 (Good Health and Well-being): melalui riset bersama yang mendorong peningkatan kualitas kesehatan masyarakat; SDG 4 (Quality Education): dengan penguatan kapasitas riset mahasiswa dan dosen; dan SDG 17 (Partnerships for the Goals): melalui kerja sama lintas institusi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dari hasil pertemuan, disepakati beberapa rekomendasi strategis, antara lain:

  1. Pengembangan riset bersama di bidang kedokteran preklinis dan klinis.
  2. Implementasi program pelatihan dan peningkatan kapasitas SDM bagi dosen dan peneliti muda.
  3. Penyusunan agenda riset unggulan yang dapat menjadi model sinergi antara BRIN dan UPI.
  4. Penguatan publikasi ilmiah dan pertukaran data riset yang mendukung reputasi akademik nasional dan internasional.

Kegiatan dimulai pukul 14.00 WIB dengan sambutan dari Dekan FK UPI, dilanjutkan dengan pemaparan program BRIN dan diskusi teknis implementasi riset bersama. Selain Dekan, turut hadir para Wakil Dekan, Ketua Program Studi, dan para Kepala Seksi di lingkungan Fakultas Kedokteran UPI.

Melalui kolaborasi yang semakin erat dengan BRIN, Fakultas Kedokteran UPI berkomitmen untuk menjadi bagian dari ekosistem riset nasional yang inovatif, kolaboratif, dan berdampak nyata. Implementasi lanjutan dari PKS ini diharapkan menjadi katalis bagi kemajuan riset kedokteran di Indonesia, serta memperkuat peran UPI dalam menghasilkan SDM unggul yang berkontribusi pada pembangunan nasional dan global.

Kontributor : Humas FK UPI