BEM FK UPI Dampingi Masyarakat Desa Tambakan Cegah Stunting dan Optimalkan Tumbuh Kembang Anak Melalui Program Mahasiswa Berdampak

BEM FK UPI Dampingi Masyarakat Desa Tambakan Cegah Stunting dan Optimalkan Tumbuh Kembang Anak Melalui Program Mahasiswa Berdampak

Subang, 19 Oktober 2025. Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) melaksanakan kegiatan Pengukuran Tumbuh Kembang Anak serta Penyuluhan Kesehatan dan Gizi Seimbang di Desa Tambakan, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Tahun 2025, sebagaimana tertuang dalam buku panduan resmi Universitas Pendidikan Indonesia, yang mendorong mahasiswa untuk hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan edukatif dan pemberdayaan yang berkelanjutan. Program ini menjadi wujud nyata pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, di mana mahasiswa FK UPI tidak hanya menyalurkan ilmu, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial yang memberikan solusi nyata terhadap isu kesehatan masyarakat.

Peran dan Dampak FK UPI dalam Program Berdampak. Melalui kegiatan ini, FK UPI menegaskan perannya sebagai fakultas yang berdampak dengan menghadirkan kegiatan edukatif berbasis riset dan kolaborasi masyarakat. Kegiatan yang difokuskan pada optimalisasi tumbuh kembang anak dan pencegahan stunting ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pentingnya stimulasi tumbuh kembang dan pemenuhan gizi seimbang sejak dini. Dalam sambutannya, Dr. dr. Imas Damayanti, M.Kes, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan FK UPI, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Desa Tambakan atas dukungan dan penerimaan yang hangat. Di bawah kordinasi Pjs Kepala Desa Tambakan Bapak Dadang Sukari, S.AP., M.Si., dan pelaksana teknis di lapangan langsung digawangi oleh Direktur BUMDES Tambakan Bapak Ade Sunaryo dan tim, kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan kepada mahasiswa kami untuk belajar langsung di tengah masyarakat. Kegiatan ini bukan hanya sarana pengabdian, tetapi juga laboratorium sosial tempat mahasiswa kami mengasah empati, ilmu, dan keterampilan nyata,” ujarnya.

Sementara itu, Pjs. Kepala Desa Tambakan, Bapak Dadang, menyampaikan terima kasih kepada FK UPI karena telah memilih desanya sebagai lokasi pemberdayaan. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena sejalan dengan kebutuhan desa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan anak dan gizi keluarga. Harapannya kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh kolaborasi antara akademisi dan masyarakat desa,” tuturnya.

Acara dimulai dengan pengukuran tumbuh kembang anak, dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan yang dibagi dalam dua sesi utama, yaitu materi pertama “Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak” oleh Dr. dr. Imas Damayanti, M.Kes, yang menyoroti pentingnya stimulasi fisik, emosi, sosial, dan kognitif yang seimbang; serta materi kedua “Gizi Seimbang untuk Mencegah Stunting” oleh Isti Kumalasari, S.Gz., M.KM, yang memberikan panduan praktis mengenai pemenuhan gizi ibu hamil, menyusui, dan balita sesuai pedoman nasional gizi seimbang.
Kedua materi tersebut disampaikan secara interaktif dan aplikatif, sehingga peserta—yang sebagian besar adalah ibu-ibu muda dan kader posyandu—dapat memahami langsung cara penerapan gizi dan stimulasi tumbuh kembang anak di rumah.

Kegiatan Berdampak dan Mendukung SDGs. Kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak (PMB) yang digagas oleh BEM Universitas Pendidikan Indonesia dan dilaksanakan oleh BEM FK UPI sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat berbasis kesehatan keluarga.
Melalui kegiatan ini, FK UPI mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya:

  • SDG 2 (Zero Hunger): memastikan kecukupan gizi keluarga,
  • SDG 3 (Good Health and Well-Being): mewujudkan masyarakat sehat dan produktif, serta
  • SDG 4 (Quality Education): mengedukasi masyarakat melalui literasi kesehatan dan gizi.

Rekomendasi dan Tindak Lanjut. FK UPI bersama BEM merekomendasikan perlunya pembinaan dan pemantauan berkelanjutan terhadap tumbuh kembang anak di wilayah mitra, serta penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan setempat.
Kegiatan ini juga menjadi dasar bagi penelitian dan inovasi mahasiswa FK UPI dalam bidang gizi masyarakat dan kesehatan anak. FK UPI berkomitmen menjadikan kegiatan seperti ini sebagai pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan ilmu, kepedulian sosial, dan keterampilan praktis mahasiswa dalam menjawab tantangan kesehatan nasional.

Melalui kegiatan ini, BEM FK UPI berhasil menerjemahkan nilai “berdampak” dalam Program Mahasiswa Berdampak ke dalam tindakan konkret yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Kehadiran mahasiswa di Desa Tambakan bukan sekadar bentuk pengabdian, tetapi juga bukti bahwa UPI terus melahirkan generasi akademik yang peduli, kolaboratif, dan berdaya guna untuk mewujudkan masyarakat sehat, cerdas, dan mandiri.

Kontributor : Humas FK UPI