Bandung, 15 Oktober 2025. Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) kembali memperkuat perannya dalam pendidikan kedokteran berbasis praktik dengan menggandeng Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Jawa Barat sebagai mitra pembelajaran klinik. Melalui kegiatan bertajuk “Anamnesis dan Pemeriksaan Psikiatri pada Pasien Jiwa”, FK UPI menghadirkan pengalaman langsung bagi mahasiswa untuk memahami komunikasi terapeutik, empati klinis, dan pemeriksaan psikiatri secara profesional.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen FK UPI dalam mencetak calon dokter yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan medis, tetapi juga memiliki sensitivitas terhadap kondisi mental pasien. Sebanyak 41 mahasiswa angkatan 2023 bersama dua dosen pendamping (dr. Diah Rahmah, Sp.PD. dan dr. Nysa Ro Aina Zulfa, M.Epid) akan mengikuti pembelajaran langsung di RSJ Jawa Barat pada Rabu, 15 Oktober 2025, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Melalui pendekatan praktik lapangan, mahasiswa diharapkan dapat mengintegrasikan teori dengan pengalaman langsung di lapangan. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata penerapan pendidikan kedokteran yang berdampak (impactful education)—sejalan dengan misi UPI sebagai universitas pelopor pendidikan yang humanis dan profesional.
Program “Berdampak” bagi Pendidikan Kedokteran. Program pembelajaran ini bukan sekadar praktik lapangan, tetapi bagian dari upaya UPI untuk menghadirkan pembelajaran yang berdampak (impactful learning). Mahasiswa dilatih untuk berinteraksi langsung dengan pasien jiwa dalam lingkungan klinik sebenarnya, mengasah kemampuan komunikasi, empati, dan pengambilan keputusan klinis. Pendekatan ini juga memperkuat nilai-nilai profesionalisme dan etika kedokteran, sekaligus memperluas pemahaman tentang kesehatan jiwa sebagai aspek integral dari kesehatan manusia.
Keterkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Kegiatan ini turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) dan SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Melalui kolaborasi akademik dan klinik, FK UPI berperan dalam mencetak tenaga kesehatan yang berkompeten dalam pelayanan kesehatan mental serta berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan psikososial masyarakat.
Rekomendasi Strategis: Sinergi Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan Jiwa. Dekan FK UPI, yang diwakili oelh kedua dosen pendamping mata kuliah Medical Skill Program, dr. Diah Rahmah, Sp.PD. dan dr. Nysa Ro Aina Zulfa, M.Epid., menyampaikan bahwa kolaborasi antara fakultas kedokteran dan rumah sakit rujukan seperti RSJ Jawa Barat merupakan langkah strategis dalam memperkuat kurikulum berbasis kompetensi klinik. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat diperluas ke berbagai bidang spesialisasi kedokteran, termasuk kesehatan masyarakat dan kedokteran olahraga, sebagai bentuk kesinambungan antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat (Tri Dharma Perguruan Tinggi).
Rangkaian Kegiatan dan Pejabat yang Hadir. Kegiatan dimulai dengan pematerian dari narasumber dokter spesialis kedokteran jiwa (Sp.KJ) di RSJ Jawa Barat pukul 08.30–09.30 WIB, dilanjutkan dengan praktik langsung anamnesis dan pemeriksaan psikiatri dari pukul 09.30–10.30 WIB. Peserta akan kembali ke kampus UPI pukul 11.00 WIB. Hadir dalam kegiatan ini para pejabat FK UPI, di antaranya para wakil dekan, ketua program studi Sarjana Kedokteran, serta para kepala seksi FK UPI yang turut memantau dan memberikan arahan.
Ciptakan Dokter Muda Berempati dan Siap Terjun ke Lapangan. Melalui kegiatan ini, FK UPI menegaskan komitmennya untuk menghasilkan dokter muda yang tidak hanya cakap secara ilmiah, tetapi juga berempati, komunikatif, dan berorientasi pada kemanusiaan. Pendekatan pembelajaran klinik berbasis empati ini menjadi salah satu inovasi FK UPI dalam membentuk karakter mahasiswa kedokteran yang siap menghadapi tantangan dunia medis modern.
Kontributor : Humas FK UPI
