FK UPI dan PT MITLA Tingkatkan Kerja Sama Inovasi PRESIMIL Lewat Kunjungan ke Rumah Sakit Pemerintah Bandung–Purwakarta

FK UPI dan PT MITLA Tingkatkan Kerja Sama Inovasi PRESIMIL Lewat Kunjungan ke Rumah Sakit Pemerintah Bandung–Purwakarta

Bandung — Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) bersama PT MITLA ITLaboratory Indonesia melaksanakan rangkaian kunjungan strategis ke beberapa rumah sakit pemerintah pada 10–18 November 2025. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat implementasi teknologi kesehatan khususnya sistem rekam medis elektronik obstetri PRESIMIL dan pengembangan model layanan kesehatan ibu hamil berbasis digital. Melalui kegiatan ini, FK UPI menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan kedokteran yang aktif mendorong inovasi, penelitian terapan, serta kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Kegiatan yang diinisiasi FK UPI ini juga menjadi bagian dari komitmen kampus dalam menjalankan Program “Mahasiswa Berdampak”—program institusional yang mendorong keterlibatan akademisi untuk memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat. Dalam konteks pemeriksaan ibu hamil berisiko, FK UPI mengintegrasikan pendidikan, riset, dan pengabdian sehingga mahasiswa, dosen, dan tenaga ahli terhubung langsung dengan institusi kesehatan untuk mengevaluasi kebutuhan fasilitas layanan kesehatan primer dan rujukan.

Sehubungan dengan terjalinnya komunikasi dalam pembentukan Nota Kesepahaman (MoU) antara MITLA Co., Ltd (PT. Mitla ITLaboratory Indonesia) dan Universitas Pendidikan Indonesia, kunjungan ini juga menjadi langkah konkret dalam menindaklanjuti kesepakatan tersebut. Bersama Mrs. Kimura selaku Project Manager MITLA Co., Ltd yang sedang berada di Indonesia, FK UPI melakukan penjajakan langsung ke fasilitas kesehatan untuk memastikan kesiapan teknis dan operasional dalam implementasi teknologi PRESIMIL di rumah sakit mitra. Kunjungan ke RSUD Bayu Asih Purwakarta—yang juga menjadi salah satu jejaring rumah sakit pendidikan FK UPI—menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa integrasi teknologi dapat selaras dengan standar layanan kebidanan dan kebutuhan lapangan.

Kunjungan ini bertujuan untuk menjajaki peluang pelaksanaan Proyek Demonstrasi Penyelesaian Masalah Kesehatan Ibu dan Anak melalui Pemanfaatan Rekam Medis Elektronik dan Aplikasi Kesehatan Ibu Hamil di Indonesia. Proyek ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil melalui optimalisasi data medis, peningkatan deteksi dini risiko kehamilan, dan penguatan koordinasi antara fasilitas kesehatan. Informasi teknis mengenai aplikasi dan sistem pendukung telah disiapkan sebagai bahan pertimbangan, sebagaimana direncanakan dalam agenda kerja sama antara MITLA dan UPI.

Upaya kolaboratif ini turut mendukung pencapaian beberapa indikator Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dengan fokus pada penurunan angka kematian ibu dan bayi, peningkatan layanan kesehatan esensial, serta penguatan sistem informasi kesehatan. Selain itu, kegiatan ini berkontribusi pada SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan inovasi teknologi medis, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kerja sama lintas lembaga antara FK UPI, pemerintah daerah, dan mitra internasional.

Rangkaian kunjungan sebagai berikut : 

  1. Tanggal 10 November 2025, Rumah Sakit Bayangkara Tingkat II Sartika Asih Bandung. 
  2. Tanggal 12 November 2025, RSUD Bayu Asih Purwakarta. 
  3. Tanggal 17 November 2025, RSUD Kota Bandung di Ujungberung,
  4. Tanggal 18 November 2025, RSUD Bandung Kiwari, Bandung

Kehadiran tim FK UPI bersama PT MITLA—termasuk Mrs. Kimura dari Jepang—bertujuan untuk melakukan asesmen awal kesiapan fasilitas, memahami alur layanan ibu hamil, serta mengidentifikasi potensi integrasi sistem PRESIMIL dan aplikasi manajemen kesehatan ibu hamil.

Rekomendasi Strategis

  1. Harmonisasi sistem data kesehatan, termasuk integrasi PRESIMIL dengan SATUSEHAT dan sistem RME di rumah sakit.
  2. Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, terutama dokter dan bidan, dalam penggunaan teknologi deteksi dini kehamilan berisiko.
  3. Optimalisasi manajemen ibu hamil berisiko tinggi, seperti hipertensi dan diabetes gestasional, melalui data aplikasi ibu hamil.
  4. Pengembangan riset kolaboratif jangka panjang antara FK UPI, rumah sakit, dan Dinas Kesehatan.
  5. Penguatan pusat data kesehatan ibu dan anak, sebagai dasar kebijakan berbasis bukti.

Rangkaian Acara & Pejabat Hadir

Kunjungan kerja dipimpin oleh pimpinan FK UPI bersama tim pengembang PT.  MITLA Co., Ltd (PT. Mitla ITLaboratory Indonesia).  Dari pihak rumah sakit, kegiatan diterima langsung oleh jajaran direksi, dokter spesialis ObGyn, kepala instalasi rekam medis, serta pejabat struktural terkait. Kehadiran Mrs. Kimura dari MITLA Co., Ltd memberikan penjelasan teknis terkait pengembangan PRESIMIL, alur integrasi aplikasi ibu hamil, serta potensi perluasan kerja sama lintas fasilitas.

Kegiatan ditutup dengan penyusunan matriks tindak lanjut serta perencanaan implementasi proyek demonstrasi pada tahap berikutnya. Selain membahas aspek teknis, tim juga melakukan diskusi mendalam mengenai prosedur perizinan dan pola kerja sama, termasuk klarifikasi apakah proyek ini berpotensi masuk dalam skema government to government (G-to-G) atau tetap berada dalam bentuk kerja sama institusi pendidikan dan mitra industri. Model seperti ini merujuk pada praktik beberapa proyek kesehatan internasional, di mana uji coba teknologi kesehatan—khususnya yang melibatkan data kesehatan ibu dan anak—memerlukan koordinasi antara institusi, pemerintah daerah, dan kementerian terkait untuk memastikan kepatuhan regulasi dan kesiapan operasional (WHO, 2022; JICA Health Sector Guidelines, 2021).

Dalam salah satu sesi, RSUD Bayu Asih menunjukkan kesiapan implementasi tahap awal melalui peninjauan alur pelayanan kebidanan dan kesiapan integrasi sistem PRESIMIL. Pola kesiapan fasilitas kesehatan seperti ini selaras dengan temuan berbagai literatur bahwa keberhasilan implementasi teknologi kesehatan ibu dan anak sangat bergantung pada readiness factor, meliputi kesiapan SDM, infrastruktur digital, komitmen manajemen, dan kesesuaian alur klinis dengan sistem digital (UNICEF Digital Health Framework 2020; WHO Digital Implementation Investment Guide 2021).

Dengan adanya penguatan aspek teknis, regulasi, dan kesiapan fasilitas, kolaborasi ini semakin mempertegas peran FK UPI sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya membangun kapasitas akademik, tetapi juga menghadirkan solusi inovatif dan berdampak nyata bagi penguatan layanan kesehatan masyarakat melalui pendekatan teknologi dan penelitian terapan.  

Kontributor : Humas FK UPI