FK UPI Bangun Literasi Kesehatan Reproduksi Berbasis Komunitas melalui Program SETARA

FK UPI Bangun Literasi Kesehatan Reproduksi Berbasis Komunitas melalui Program SETARA

LEMBANG – Literasi kesehatan reproduksi memerlukan keterlibatan berbagai pihak agar informasi yang diterima masyarakat tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berangkat dari pendekatan tersebut, Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) menyelenggarakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) SETARA (Sehat Reproduksi untuk Remaja) di Balai Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada Rabu, 29 Juli 2026. Program ini mempertemukan akademisi, tenaga kesehatan, pemerintah desa, pendidik, tokoh masyarakat, dan generasi muda dalam satu ruang kolaborasi untuk memperkuat literasi kesehatan reproduksi berbasis komunitas.

Pengabdian kepada Masyarakat yang Berangkat dari Kebutuhan Komunitas

Sebagai institusi pendidikan tinggi di bidang kesehatan, FK UPI terus mengembangkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada kebutuhan riil di lapangan. Program SETARA disusun tidak hanya sebagai kegiatan edukasi satu arah, tetapi sebagai ruang dialog yang memungkinkan masyarakat, tenaga kesehatan, dan akademisi bertukar pengalaman serta membangun pemahaman bersama mengenai kesehatan reproduksi remaja.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari Pemerintah Desa Suntenjaya, Puskesmas, Kantor Urusan Agama (KUA), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Balai Penyuluh Desa, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), Karang Taruna, ketua RT dan RW, kader Posyandu, kader PKK, hingga perwakilan guru SD, SMP, dan SMA. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa peningkatan literasi kesehatan reproduksi memerlukan kolaborasi lintas sektor.

Kolaborasi Akademisi dan Masyarakat dalam Transfer Pengetahuan

Program SETARA diketuai oleh dr. Fenny Dwiyatnaningrum, M.Kes., M.M.R.S. bersama tim dosen Fakultas Kedokteran UPI. Melalui pendekatan berbasis komunitas, tim menghadirkan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta sehingga informasi yang disampaikan lebih mudah dipahami dan relevan dengan kondisi masyarakat.

Pada sesi ilmiah, dr. Sella Zenitasari, Sp.OG. menjelaskan kesehatan reproduksi dari perspektif obstetri dan ginekologi. Ia memaparkan berbagai risiko medis yang berkaitan dengan kehamilan pada usia remaja, termasuk meningkatnya kemungkinan terjadinya anemia, komplikasi kehamilan, persalinan prematur, hingga bayi dengan berat badan lahir rendah. Selain aspek kesehatan, ia juga mengulas dampak sosial yang dapat muncul ketika remaja belum memiliki kesiapan fisik maupun psikologis untuk membangun keluarga.

Sementara itu, Dr. dr. Riksma Nurahmi, RA., M.Pd. mengajak peserta memahami anatomi reproduksi dan pentingnya literasi kesehatan sebagai bekal dalam mengambil keputusan yang bertanggung jawab. Diskusi dipandu oleh dr. Pipit Pitriani, Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik FK UPI, yang memfasilitasi dialog interaktif antara narasumber dan peserta.

Mahasiswa Belajar Bersama Masyarakat melalui Service Learning

Program ini juga menjadi sarana implementasi pembelajaran berbasis service learning di Fakultas Kedokteran UPI. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi terlibat secara aktif sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.

Mereka membantu proses registrasi, mendampingi kelompok diskusi, memberikan edukasi kesehatan, serta mendukung pelaksanaan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat. Keterlibatan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengintegrasikan kompetensi akademik dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mengasah kemampuan komunikasi, kerja sama tim, dan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada masyarakat.

Edukasi Dipadukan dengan Pemeriksaan Kesehatan

Selain sesi edukasi, FK UPI menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb), gula darah, kolesterol, dan asam urat.

Pelayanan ini menjadi bagian dari pendekatan promotif dan preventif yang dikembangkan dalam Program SETARA. Masyarakat tidak hanya memperoleh informasi mengenai kesehatan reproduksi, tetapi juga mendapatkan gambaran awal mengenai kondisi kesehatannya melalui pemeriksaan sederhana yang dilakukan oleh tim.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan literasi kesehatan dapat berjalan beriringan dengan upaya deteksi dini terhadap faktor risiko penyakit, sehingga masyarakat memperoleh manfaat edukatif sekaligus layanan kesehatan dasar dalam satu kegiatan.

Membangun Jejaring Edukasi Berbasis Komunitas

Diskusi yang berlangsung selama kegiatan menghasilkan berbagai masukan mengenai pentingnya memperluas edukasi kesehatan reproduksi melalui pendekatan keluarga dan komunitas. Peserta juga menyoroti perlunya sinergi yang berkelanjutan antara institusi pendidikan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, pendidik, dan tokoh agama agar pesan kesehatan dapat tersampaikan secara lebih luas.

Sebagai bagian dari pengembangan program, tim Pengabdian kepada Masyarakat FK UPI memperkenalkan konsep Pendidik Sebaya (Peer Educator) atau Konselor Sebaya di lingkungan Desa Suntenjaya. Konsep ini bertujuan memperkuat penyebaran informasi kesehatan reproduksi melalui remaja yang telah mendapatkan pembekalan mengenai komunikasi, literasi kesehatan, konseling dasar, serta mekanisme rujukan kepada tenaga kesehatan apabila diperlukan.

Kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs)

Pelaksanaan Program SETARA juga mencerminkan kontribusi Fakultas Kedokteran UPI terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Melalui edukasi kesehatan reproduksi dan pemeriksaan kesehatan masyarakat, kegiatan ini mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being) yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Penguatan literasi kesehatan berbasis komunitas turut mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan akses pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, penyampaian informasi kesehatan reproduksi yang inklusif bagi seluruh peserta juga sejalan dengan SDG 5 (Gender Equality) dalam mendorong akses informasi yang setara bagi perempuan dan laki-laki.

FK UPI Menguatkan Peran Perguruan Tinggi di Tengah Masyarakat

Program SETARA menunjukkan bagaimana kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi ruang kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat. Melalui transfer pengetahuan, keterlibatan mahasiswa, pelayanan kesehatan, dan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan, FK UPI terus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memperluas kontribusi keilmuan bagi masyarakat.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen Fakultas Kedokteran UPI untuk menghadirkan program pengabdian yang berbasis kebutuhan masyarakat, memperkuat literasi kesehatan, serta membangun jejaring kemitraan yang mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Kontributor : Humas FK UPI