FK UPI Lakukan Visitasi dan Sosialisasi LIC Blended

FK UPI Lakukan Visitasi dan Sosialisasi LIC Blended

FK UPI Perkuat Implementasi Pendidikan Klinik Terintegrasi

Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia melaksanakan kegiatan visitasi wahana pendidikan dan sosialisasi pemahaman Longitudinal Integrated Clerkship (LIC) Blended ke Rumah Sakit Bhayangkara Tk. II Sartika Asih pada Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kesiapan wahana pendidikan dalam mendukung pembelajaran klinik terintegrasi berbasis blended learning bagi mahasiswa profesi dokter.

Rombongan FK UPI dipimpin Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu dr. Pipit Pitriani, M.Kes., Ph.D., bersama jajaran pimpinan fakultas, ketua program studi, Medical Education Unit, tenaga kependidikan, serta dosen di lingkungan FK UPI. Pihak rumah sakit menerima rombongan melalui Kepala Rumah Sakit Kombes Pol dr. Eko Yuniarto, Sp.F., M.HKes., QHIA., beserta jajaran manajemen rumah sakit.

Bahas Kesiapan Wahana Pendidikan Klinik

Kegiatan diawali dengan sambutan dari pihak rumah sakit dan FK UPI, dilanjutkan sesi diskusi, sosialisasi konsep LIC Blended, serta peninjauan fasilitas pendukung pendidikan klinik.

Dalam pemaparannya, pihak RS Bhayangkara Sartika Asih menjelaskan profil rumah sakit sebagai rumah sakit Bhayangkara Tingkat II dengan kategori Tipe B/Tipe B+. Rumah sakit tersebut memiliki sejumlah fasilitas penunjang pendidikan, seperti ruang baca, ruang diskusi, ruang jaga, fasilitas internet, hingga instalasi forensik aktif yang mendukung proses pembelajaran mahasiswa kedokteran.

FK UPI menggunakan kegiatan ini untuk meninjau kesiapan sumber daya manusia, sarana prasarana, serta sistem pembelajaran klinik yang diterapkan di wahana pendidikan mitra.

LIC Blended Dorong Pembelajaran Klinik Berkesinambungan

Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu FK UPI, dr. Pipit Pitriani, M.Kes., Ph.D., menjelaskan bahwa pendekatan LIC Blended menekankan kontinuitas pembelajaran mahasiswa dalam pelayanan kesehatan secara langsung dengan dukungan teknologi pembelajaran digital.

Model pembelajaran tersebut mendorong mahasiswa untuk mengikuti aktivitas klinik secara lebih komprehensif melalui keterlibatan berkelanjutan di wahana pendidikan. Selain keterampilan klinik, pendekatan ini juga memperkuat kemampuan komunikasi, profesionalisme, dan pemahaman pelayanan pasien secara menyeluruh.

 

Hasil observasi selama visitasi menunjukkan bahwa sebagian fasilitas pendukung pembelajaran di RS Sartika Asih telah tersedia dengan cukup memadai, termasuk ruang diskusi dan akses internet untuk mendukung pembelajaran berbasis digital.

Diskusi Bahas Tantangan Implementasi Pembelajaran Klinik

Selain membahas kesiapan fasilitas, kegiatan juga menyoroti sejumlah tantangan implementasi LIC Blended di lapangan. Diskusi mencatat adanya perbedaan tingkat pemahaman tenaga pembimbing terhadap konsep LIC dan metode blended learning. Peserta juga membahas keterbatasan waktu pendampingan dokter pembimbing dalam proses pembelajaran mahasiswa.

Meski demikian, pihak FK UPI dan RS Sartika Asih menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pengembangan sistem pendidikan klinik yang adaptif terhadap perkembangan pendidikan kedokteran modern.

Dukungan terhadap SDGs Bidang Pendidikan dan Kesehatan

Kegiatan visitasi dan sosialisasi LIC Blended ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin ke-3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera serta poin ke-4 mengenai pendidikan berkualitas.

Kolaborasi antara institusi pendidikan dan rumah sakit pendidikan menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran profesi dokter sekaligus penguatan layanan kesehatan berbasis pendidikan klinik terintegrasi.

Penguatan Kolaborasi FK UPI dan RS Sartika Asih

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara jajaran FK UPI dan RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung. Melalui visitasi tersebut, kedua institusi memperkuat koordinasi dalam pengembangan wahana pendidikan klinik yang mendukung proses pembelajaran mahasiswa kedokteran secara berkelanjutan.

Kontributor : Humas FK UPI/Ramdhan Nugraha