FK UPI Gelar Pelatihan untuk Tingkatkan Kualitas Perkuliahan

FK UPI Gelar Pelatihan untuk Tingkatkan Kualitas Perkuliahan

Bandung — Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) menyelenggarakan pelatihan lecture atau perkuliahan kelas besar pada Senin, 13 April 2026, di lingkungan FK UPI. Kegiatan ini melibatkan dosen FK UPI dan dipimpin langsung oleh dr. Iswandy Janetputra Turu’ Allo, MMedSci., Sp.J.P., FIHA sebagai pemateri utama.

FK UPI menginisiasi pelatihan ini untuk merespons masukan mahasiswa terkait kejelasan penyampaian materi dan variasi kualitas bimbingan tutorial. Fakultas mengundang seluruh dosen untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran, khususnya pada kelas dengan jumlah mahasiswa besar.

Dalam sesi materi, pemateri menjelaskan pergeseran paradigma pembelajaran dari teacher-centered ke student-centered. Dosen tidak lagi menjadi satu-satunya sumber informasi, tetapi berperan sebagai fasilitator yang membantu mahasiswa mencapai kompetensi. Pendekatan ini menuntut interaksi yang lebih aktif antara dosen dan mahasiswa selama proses pembelajaran berlangsung.

Selain itu, pemateri menekankan pentingnya pengelolaan beban kognitif (cognitive load) mahasiswa. Dosen diminta memilah materi menjadi kategori need to know dan nice to know agar penyampaian tidak berlebihan. Penggunaan slide juga diarahkan untuk lebih visual dengan memanfaatkan diagram dibandingkan teks panjang, guna membantu pemahaman mahasiswa secara lebih efektif.

Pelatihan juga membahas fenomena attention dip atau penurunan fokus mahasiswa dalam kelas. Pemateri mendorong dosen untuk menyisipkan aktivitas interaktif di tengah sesi, seperti diskusi singkat atau pertanyaan terbuka. Langkah ini membantu menjaga konsentrasi mahasiswa agar tidak hanya mengingat bagian awal dan akhir materi.

Sebagai kerangka praktis, pemateri memperkenalkan model Gagne’s 9 Events of Instruction yang mencakup sembilan tahapan, mulai dari menarik perhatian mahasiswa hingga memperkuat retensi materi. Peserta diminta menerapkan kerangka ini dalam tugas praktik berupa mini teaching berdurasi 10–15 menit pada sesi lanjutan.

Dalam diskusi, peserta juga membahas evaluasi pembelajaran melalui sistem SPOT UPI yang menjamin anonimitas mahasiswa. Sistem ini memungkinkan mahasiswa memberikan umpan balik secara objektif tanpa khawatir terhadap dampak akademik. Selain itu, dosen juga mendiskusikan strategi menghadapi mahasiswa pasif, salah satunya dengan membentuk kelompok kecil berisi 3–5 orang untuk meningkatkan partisipasi.

Pelatihan ini diikuti oleh dosen dari berbagai bidang ilmu di FK UPI, termasuk anatomi, fisiologi, farmakologi, dan kesehatan masyarakat. Beberapa bidang telah mulai menyusun pemetaan capaian pembelajaran (learning outcomes) untuk mendukung integrasi antara lecture, praktikum, dan problem-based learning (PBL).

Kegiatan berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga selesai dan diikuti peserta secara luring serta daring melalui Zoom. FK UPI akan melanjutkan pelatihan ini pada 21 April 2026 dengan agenda praktik mini teaching sebagai bentuk implementasi materi yang telah disampaikan.

Melalui pelatihan ini, FK UPI menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas pembelajaran berbasis kebutuhan mahasiswa dan praktik pendidikan kedokteran yang terstruktur.

Kontributor : Ramdhan Nugraha