BANDUNG – Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO), dr. Muh. Ikhwan Zein, Sp.K.O., Subsp. A.L.K.(K), Ph.D., memaparkan strategi komprehensif pengelolaan Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 dalam kegiatan Guest Lecture di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI), Kamis (9/4/2026).
Sebanyak 54 peserta yang terdiri dari dosen pengampu mata kuliah Basic Sport Medicine dan mahasiswa Program Studi Kedokteran angkatan 2024 mengikuti kegiatan ini. Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu FK UPI, dr. Pipit Pitriani, M.Kes., Ph.D., membuka acara dan menegaskan pentingnya pemahaman penyakit kronis seperti DM Tipe 2 yang memiliki prevalensi tinggi serta berkontribusi terhadap morbiditas dan mortalitas.
Dalam pemaparannya, dr. Ikhwan menjelaskan bahwa pengelolaan DM Tipe 2 di Fasilitas Kesehatan Tingkat Primer (FKTP) bertumpu pada lima pilar utama, yaitu edukasi, terapi nutrisi medis, aktivitas fisik, terapi farmakologis, dan pemantauan glukosa mandiri. Ia menyampaikan bahwa aktivitas fisik teratur mampu menurunkan risiko perburukan diabetes hingga 58 persen dibandingkan pengobatan standar tanpa intervensi gaya hidup.
Pada aspek aktivitas fisik, dr. Ikhwan mengarahkan peserta untuk menggunakan prinsip FITT (Frequency, Intensity, Time, Type) dalam menyusun program latihan pasien. Ia memberikan contoh konkret berupa aktivitas jalan cepat selama 30 menit setiap hari. Selain itu, ia menyebutkan bahwa pencapaian 3.000 hingga 10.000 langkah per hari sudah memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan metabolisme.
Di bidang nutrisi, dr. Ikhwan memperkenalkan konsep “T-shape plate” bagi pasien dengan obesitas. Konsep ini membagi piring makan menjadi setengah bagian untuk sayur dan buah, seperempat untuk protein, dan seperempat untuk karbohidrat kompleks guna membantu pengendalian asupan kalori.
Selain intervensi medis dan gaya hidup, dr. Ikhwan juga menekankan edukasi perawatan kaki sebagai langkah pencegahan komplikasi ulkus diabetikum. Ia menginstruksikan calon dokter untuk mengedukasi pasien agar rutin memeriksa kondisi kaki setiap hari, menggunakan alas kaki yang sesuai, serta menjaga kebersihan dan kelembapan kulit kaki.
Kegiatan ini mendukung pembelajaran mata kuliah Basic Sport Medicine, khususnya dalam aspek diagnosis dan tatalaksana penyakit metabolik secara komprehensif. Dalam sesi diskusi, dr. Ikhwan juga mengingatkan pentingnya komunikasi yang jelas dan sederhana kepada pasien, terutama saat menjelaskan penggunaan obat dan perubahan gaya hidup.
Guest Lecture berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber, kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama. Data dan materi yang disampaikan berbasis bukti ilmiah dan praktik klinis, sehingga memperkuat pemahaman peserta terhadap penatalaksanaan DM Tipe 2 di layanan kesehatan primer.
Kontributor : Humas FK UPI/Ramdhan Nugraha





