Dukung SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas): FK UPI Gelar Workshop Pengembangan Kasus PBL untuk Cetak Dokter Berpikir Kritis

Dukung SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas): FK UPI Gelar Workshop Pengembangan Kasus PBL untuk Cetak Dokter Berpikir Kritis

Bandung. Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pendekatan Problem-Based Learning (PBL) sebagai bagian dari program akademik berdampak. Dalam upaya sistematis ini, FK UPI sukses menyelenggarakan Workshop “Case Development (including Each Case LOs) and Blueprint Development in PBL” pada Jumat, 12 Desember 2025, pukul 08.00 s.d. selesai. Kegiatan yang berlokasi di Ruang Rapat Lantai 3 Fakultas Kedokteran UPI ini berfokus pada rekayasa kasus dan pembuatan blueprint yang terstruktur , memastikan kasus PBL tidak hanya menjadi cerita, tetapi menjadi stimulus efektif untuk mengaktifkan pengetahuan awal, memicu hipotesis, dan mengintegrasikan ilmu-ilmu dasar-klinik secara mendalam. Peningkatan kualitas kasus ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas), dengan menghasilkan lulusan dokter yang memiliki kemampuan penalaran klinis (clinical reasoning) dan self-directed learning yang unggul.

Workshop yang dihadiri oleh seluruh dosen Fakultas Kedokteran UPI ini dipimpin oleh narasumber utama Prof. Endang Sutedja, MD, PhD, FINSDV, FAADV, dan dr. Iswandy J. Turu’ Allo, MD, MMedSci, FIHA, dari Medical Education Unit (MEU) FK UPI. Para peserta diajak untuk memahami prinsip-prinsip kasus PBL berkualitas tinggi, yang harus memiliki atribut seperti relevansi, progresivitas, autentisitas, dan menghindari bias monodisplin. Proses pengembangan kasus ditekankan sebagai proses “merekayasa” (engineered) bukan sekadar “menulis”. Melalui sesi blueprint dan penulisan trigger (pemicu), peserta belajar bagaimana mengendalikan volume informasi , memastikan keselarasan dengan Intended Learning Outcomes (ILOs) , dan merancang skenario yang merangsang siklus pembelajaran berkelanjutan.

Sejalan dengan pentingnya kegiatan ini, tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya di tanggal 28 November 2025 menghasilkan sejumlah keputusan strategis untuk mengatasi kendala implementasi PBL. Rekomendasi strategis utama mencakup: 1) Pembentukan tim resmi penyusun kasus PBL lintas bidang (ilmu dasar dan klinik); 2) Kewajiban melampirkan blueprint dan tutor guide lengkap pada setiap kasus ; dan 3) Penataan ulang kelompok tutorial berdasarkan karakter mahasiswa untuk memaksimalkan dinamika kelompok. Selain itu, ditetapkan bahwa penggunaan laptop dilarang pada sesi hari pertama tutorial, kecuali untuk mencari terminologi singkat , untuk mendorong proses berpikir mandiri. Langkah-langkah sistematis ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan tutor dan mahasiswa, serta meningkatkan mutu akademik secara keseluruhan.

Workshop dilaksanakan dalam format interaktif, meliputi: Part 1 (Interaktif Lecture dan Diskusi, 45-60 menit), Part 2 (Case Development Workshop, 60 menit), dan Part 3 (Feedback dan Revisi, 60 menit).

Kontributor : Humas FK UPI