Bandung. Senin, 24 November 2025, Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) melaksanakan benchmarking ke Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan (FK UNPAS) sebagai bagian dari upaya penguatan implementasi Longitudinal Integrated Clerkship (LIC) pada pendidikan profesi dokter. Rombongan FK dipimpin langsung oleh dr. Pipit Pitriani, M.Kes., Ph.D. selaku Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu, serta Dr. dr. Lucky Angkawidjaja Roring, M.Pd., AIFO. sebagai Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Umum. Hadir pula dr. Kurnia Eka Wijayanti, MKM., Ph.D. selaku Ketua Program Studi Kedokteran Sarjana, dr. Gita Siti Purnama Adiprama, Sp.DVE-FINSDV selaku Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Dokter, serta dr. Iswandy Janetputra Turu’ Allo, MMedSci., Sp.JP., FIHA selaku Ketua Medical Education Unit, serta pimpinan lainnya dan unsur Tenaga Kependidikan, pimpinan yang lannya juga mengikuti di aplikasi zoom. Kehadiran formasi lengkap ini mencerminkan komitmen FK UPI untuk membangun kurikulum profesi dokter yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Kedatangan rombongan FK UPI disambut langsung oleh Prof. Dr. Wiryawan Permadi, dr., Sp.OG(K) selaku Dekan FK UNPAS bersama para pimpinan fakultas serta tim yang menangani penjadwalan klinik dan LIC. Dalam sesi awal, FK UNPAS memaparkan filosofi dan praktik implementasi LIC yang mereka jalankan, termasuk keterkaitan model tersebut dengan visi–misi fakultas dan profil lulusan dokter yang kompeten dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Diskusi teknis mencakup kesiapan kurikulum, sumber daya manusia, sarana prasarana, wahana pendidikan, mekanisme rotasi, pembagian jadwal, peran preseptor, serta pentingnya sinkronisasi antara kurikulum sarjana dan profesi agar tidak terjadi missing link.
Benchmarking ini merupakan bagian dari program “berdampak” FK UPI karena mendorong transformasi pembelajaran klinik menuju model yang lebih integratif dan berkesinambungan. LIC dipandang sebagai pendekatan yang mampu memperkuat hubungan mahasiswa dengan preseptor, meningkatkan pemahaman konteks klinis jangka panjang, serta menyiapkan lulusan dokter yang lebih profesional, empatik, dan adaptif. Langkah ini juga selaras dengan tujuan SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, dan SDG 4 (Quality Education) karena mengadopsi model pendidikan kedokteran yang modern dan berorientasi mutu.
Kegiatan diakhiri dengan rekomendasi tindak lanjut bagi FK UPI, termasuk pembentukan tim inti perumus LIC, penetapan wahana klinik utama dan satelit, penguatan kapasitas preseptor, integrasi kurikulum sarjana–profesi, serta pembangunan sistem monitoring evaluasi implementasi LIC. Rangkaian acara meliputi sambutan pimpinan kedua fakultas, pemaparan model LIC, diskusi panel teknis, kunjungan ke rumah sakit pendidikan UNPAS, dan lokakarya penyusunan rencana implementasi awal untuk UPI. Hasil benchmarking ini memberikan fondasi kuat bagi FK UPI untuk melangkah menuju penerapan LIC yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Kontributor : Humas FK UPI



