Mahasiswa UPI dan BEM FK UPI Kembangkan Inovasi Pangan Lokal: Ubi Jalar dan Abon Ikan Jadi Solusi Stunting di Subang

Mahasiswa UPI dan BEM FK UPI Kembangkan Inovasi Pangan Lokal: Ubi Jalar dan Abon Ikan Jadi Solusi Stunting di Subang

Subang, 3 November 2025 — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM UPI) dan BEM Fakultas Kedokteran (BEM FK UPI) melaksanakan kegiatan Pelatihan Terpadu Inovasi Pengolahan Umbi Ubi Jalar dan Abon Ikan dalam Penanganan Stunting di Desa Tambakan, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang pada Hari Sabtu, 1 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak (PM-BEM) yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Riset dan Pengembangan, Kemdiktisaintek. Tujuan utamanya adalah memberdayakan masyarakat desa melalui inovasi pangan lokal berbasis gizi seimbang guna mendukung penurunan angka stunting di wilayah pedesaan.

Program ini menjadi tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya yang berfokus pada pengukuran tumbuh kembang anak dan penyuluhan gizi seimbang bersama pakar gizi Isti Kumalasari, S.Gz., M.KM. Kali ini, tim mahasiswa UPI memperkenalkan teknologi pengolahan pangan inovatif berbasis bahan lokal, yakni tepung ubi jalar ungu dengan ekstrak rosella serta abon ikan nila — hasil riset dosen UPI Dr. Ai Mahmudatussa’adah, S.Pd., M.Si., yang telah memperoleh paten sederhana (granted). Menurut Dr. dr. Imas Damayanti, M.Kes., Ketua Pelaksana Program sekaligus penulis pertama, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada edukasi dan pelatihan, tetapi juga menghadirkan bentuk nyata pemberdayaan masyarakat dengan dukungan aktif mahasiswa dan pengurus BEM FK UPI yang terlibat dalam tim pelaksana.

“Kami ingin memastikan masyarakat memiliki keterampilan mengolah hasil lokal agar bernilai gizi tinggi sekaligus bernilai ekonomi. Inovasi ini membantu warga mengolah ubi dan ikan menjadi produk unggulan desa yang bisa dijual dan dikonsumsi untuk mencegah stunting,” jelasnya.

Dalam pelatihan terpadu ini, mahasiswa lintas program studi dari Kedokteran, Gizi, Teknik Kimia, Agroindustri, Tata Boga, dan Geografi Universitas Pendidikan Indonesia berkolaborasi memberikan pendampingan langsung kepada kader Posyandu, PKK, dan kelompok tani Desa Tambakan. BEM FK UPI turut berperan dalam koordinasi lapangan, edukasi gizi dasar, dan pemeriksaan status gizi anak. Mereka bersama-sama mempraktikkan proses pembuatan tepung ubi jalar ungu menggunakan ekstrak bunga rosella untuk mencegah pencoklatan alami dan mempertahankan kandungan gizi, serta pembuatan abon ikan nila sebagai sumber protein hewani tinggi bagi anak dan ibu hamil.

Kedua produk tersebut tidak hanya bernilai gizi tinggi, tetapi juga berpotensi menjadi produk unggulan desa yang mendukung ketahanan pangan (SDG 2: Zero Hunger) dan peningkatan ekonomi masyarakat (SDG 8: Decent Work and Economic Growth).

Sebagai bentuk dukungan keberlanjutan program, kegiatan ini juga disertai dengan penyerahan empat unit alat produksi pangan kepada pemerintah Desa Tambakan untuk dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Alat yang diserahkan terdiri atas:

  1. Oven Tunnel
  2. Slicer
  3. Grinder
  4. Mesin Ayak

Keempat alat tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (PM-BEM) bersama perwakilan BEM FK UPI kepada pihak desa agar dapat digunakan secara optimal dalam mendukung kegiatan produksi pangan lokal dan pemberdayaan ekonomi warga.

“Kami berharap alat ini bisa menjadi sarana produktif agar ibu-ibu Posyandu dan kelompok tani mampu terus berproduksi meski setelah program selesai,” ujar perwakilan BEM UPI. Kepala Desa Tambakan, Dadang Sukari, S.Ap., M.Si., menyampaikan apresiasinya atas dedikasi mahasiswa dan dosen UPI yang tidak hanya memberi edukasi, tetapi juga solusi nyata.
“Program ini tidak berhenti di teori, tetapi benar-benar memberi dampak nyata. Warga kami belajar, berproduksi, bahkan mendapat alat yang bisa dimanfaatkan jangka panjang. Ini sangat membantu peningkatan kesejahteraan desa,” ungkapnya.

Melalui Program Mahasiswa Berdampak (PM-BEM), BEM UPI dan BEM FK UPI berkomitmen menjadikan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai solusi nyata dalam membangun masyarakat sehat, produktif, dan mandiri. Kegiatan ini pun masih akan berlanjut dengan penyusunan business plan untuk mendukung keberlanjutan usaha pangan lokal serta pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala sebagai tindak lanjut program pencegahan stunting di Desa Tambakan. Program ini selaras dengan SDG 3 (Good Health and Well-Being) dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production), yang menekankan pentingnya inovasi lokal, kesehatan masyarakat, dan keberlanjutan ekonomi berbasis komunitas.

Sebagai rekomendasi strategis, UPI melalui sinergi antar-BEM fakultas dapat memperluas implementasi program serupa ke desa-desa lain di Jawa Barat, khususnya daerah dengan prevalensi stunting tinggi. Dengan demikian, pendekatan berbasis riset dan kolaborasi mahasiswa lintas disiplin dapat terus diperkuat untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan mandiri.

Kontributor : Humas FK UPI