Pati, Jawa Tengah – 15 Februari 2025 – Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) terus memperkuat komitmennya dalam pengembangan Tri Dharma Perguruan Tingginya dalam bidang pendidikan dan pelatihan. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah keterlibatan Sarna Suryana, S.Pd., M.Pd., Kepala Seksi Akademik dan Kemahasiswaan FK UPI, sebagai narasumber tunggal dalam Workshop Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Laboratorium serta Penggunaan, Perawatan, dan Pemeliharaan Mikroskop di SMK Cordova Margoyoso, Pati, Jawa Tengah.

Workshop Berbasis Perjanjian Kerja Sama SMK Cordova dengan FK UPI
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari implementasi perjanjian kerja sama antara SMK Cordova Margoyoso dengan FK UPI. Perjanjian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa dan tenaga pendidik dalam bidang laboratorium, khususnya dalam aspek keselamatan kerja serta optimalisasi penggunaan mikroskop. Melalui kolaborasi ini, SMK Cordova mendapatkan akses terhadap pelatihan yang lebih berkualitas, baik dari sisi teori maupun praktik.
Acara ini diawali dengan sambutan dari Kepala SMK Cordova Bapak Nurwidarto, S.T., M.Si, yang menekankan pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai bagian dari budaya sekolah. Beliau berharap agar seluruh siswa dan tenaga pendidik memahami dan menerapkan prinsip-prinsip K3 dalam setiap aktivitas, baik di lingkungan sekolah maupun di dunia kerja nantinya. Dengan kesadaran akan bahaya serta penerapan langkah-langkah pencegahan yang tepat, diharapkan tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan produktif.

Narasumber dikenal sebagai praktisi laboratorium dan ahli dalam bidang perawatan serta pemeliharaan mikroskop. Dengan pengalaman luas dalam perbaikan dan kalibrasi mikroskop di berbagai institusi pendidikan dan laboratorium profesional, Sarna telah memberikan pelatihan di berbagai daerah dan dan institusi di seluruh Indonesia.

Materi Pelatihan dan Antusiasme Peserta
Workshop ini mencakup dua sesi utama:
- Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Laboratorium
Bahaya merupakan kondisi atau situasi yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, penyakit, kerusakan, atau menghambat kemampuan kerja. Bahaya dapat berasal dari berbagai sumber, seperti peralatan listrik yang tidak terpasang dengan aman, bahan kimia berbahaya, atau kondisi lingkungan kerja yang tidak sesuai standar keselamatan. Tingkat bahaya menunjukkan sejauh mana peluang bahaya sudah tampak, sementara risiko merupakan prediksi mengenai kemungkinan terjadinya bahaya dan dampaknya. Dalam praktiknya, bahaya dapat berkembang menjadi insiden, yaitu kejadian berskala kecil yang belum menimbulkan dampak besar, atau dapat berlanjut menjadi kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa dan kerugian materiil. Oleh karena itu, pemahaman mengenai hubungan antara sumber bahaya (hazard), ancaman (danger), risiko (risk), insiden (incident), dan kecelakaan (accident) sangat penting dalam upaya pencegahan serta mitigasi bahaya, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari, berikut beberapa teknik yang diberikan kepada peserta workhsop :
- Identifikasi penyebab bahaya dengan teknik unsafe condition dan unsafe action
- Identifikasi penyebab bahaya dengan teknik Form Chek List
- Identifikasi penyebab bahaya dengan teknik What If
- Identifikasi penyebab bahaya dengan teknik JSA (Job Safety Analysis)
- Penggunaan, Perawatan, dan Pemeliharaan Mikroskop
- Pengenalan bagian-bagian mikroskop dan fungsinya.
- Teknik pemeliharaan mikroskop untuk memastikan umur pakai yang lebih panjang.
- Identifikasi dan solusi permasalahan umum dalam penggunaan mikroskop.

Para peserta, yang terdiri dari siswa/siswi sebanyak 116 orang dan guru SMK Cordova, menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Diskusi interaktif dan sesi praktik langsung menjadi daya tarik utama workshop ini. Peserta juga diberikan kesempatan untuk mencoba perbaikan dan kalibrasi mikroskop secara langsung, yang semakin menambah wawasan mereka dalam pemanfaatan alat laboratorium secara optimal.
Dampak dan Harapan ke Depan
Dengan terlaksananya workshop ini, diharapkan siswa dan tenaga pengajar SMK Cordova Margoyoso dapat menerapkan prinsip-prinsip K3 dengan lebih baik serta memanfaatkan mikroskop secara lebih profesional. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi awal dari berbagai pelatihan berkelanjutan yang melibatkan FK UPI dan institusi pendidikan lainnya dalam meningkatkan standar keselamatan dan kualitas laboratorium di Indonesia.

Sebagai bagian dari komitmen FK UPI dalam mendukung pendidikan vokasi, kerja sama serupa diharapkan dapat terus dikembangkan di berbagai sekolah dan institusi pendidikan lain di Indonesia.
Kontributor : Humas FK UPI
