AKSARA FK UPI Hadirkan Edukasi Kesehatan Lansia

AKSARA FK UPI Hadirkan Edukasi Kesehatan Lansia

Bandung, 4 Juni 2026 – Sebanyak 51 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) Angkatan 2024 yang mengikuti Mata Kuliah Basic Sport Medicine menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk AKSARA (Aktif Sehat Ceria Bersama Lansia) di Lapang Tenis Asrama STO Bandung. Melalui kegiatan ini, mahasiswa menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan, aktivitas fisik, dan edukasi kesehatan bagi lansia sebagai bagian dari implementasi pembelajaran yang terintegrasi dengan pengabdian kepada masyarakat.

Mendukung Kesehatan Lansia melalui Pendekatan Promotif dan Preventif

AKSARA dirancang untuk meningkatkan kesadaran lansia mengenai pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik yang teratur dan pemantauan kondisi kesehatan secara berkala. Kegiatan ini berangkat dari fakta bahwa proses penuaan dapat memengaruhi kemampuan fisik, mobilitas, serta kualitas hidup seseorang sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif yang berkelanjutan.

Melalui program ini, mahasiswa FK UPI tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam memberikan edukasi kesehatan dan pendampingan aktivitas fisik bagi kelompok lanjut usia.

Dihadiri Akademisi dan Praktisi Bidang Kedokteran Olahraga

Pelaksanaan AKSARA turut mendapat dukungan dari sejumlah akademisi dan praktisi kesehatan. Kegiatan ini dihadiri oleh Prof. Dr. Mohd Nahar Azmi Bin Mohamed dari University of Malaya, dr. Mokhammad Rakhmaf Abadi, Sp.KO, serta dosen pengampu Mata Kuliah Basic Sport Medicine FK UPI, yaitu dr. Pipit Pitriani, M.Kes., Ph.D. dan Dr. dr. Lucky Angkawidjaja Roring, M.Pd., AIFO.

Kehadiran para akademisi dan praktisi tersebut memperkuat pelaksanaan kegiatan sekaligus memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya aktivitas fisik dalam menjaga kesehatan pada usia lanjut.

Pemeriksaan Kesehatan dan Aktivitas Fisik bagi Lansia

Dalam pelaksanaannya, 51 mahasiswa FK UPI terlibat langsung dalam seluruh rangkaian kegiatan. Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pengukuran tinggi badan dan berat badan, serta pengisian Physical Activity Readiness Questionnaire (PAR-Q) sebagai skrining awal untuk mengetahui kesiapan peserta dalam mengikuti aktivitas fisik.

Selanjutnya, para peserta mengikuti sesi senam bersama yang dipandu oleh Pak Supardi bersama mahasiswa FK UPI. Kegiatan ini berlangsung interaktif dan mendapat partisipasi aktif dari para lansia yang mengikuti setiap sesi dengan antusias.

Selain aktivitas fisik, peserta juga memperoleh pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengukuran tekanan darah serta pemeriksaan Glucose, Cholesterol, and Uric Acid (GCU) yang mencakup kadar glukosa darah, kolesterol, dan asam urat. Pemeriksaan tersebut memberikan gambaran kondisi kesehatan peserta pada saat kegiatan berlangsung sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya pemantauan kesehatan secara rutin.

Senior Fitness Assessment untuk Menilai Kebugaran Lansia

Sebagai bagian dari evaluasi kondisi fisik, peserta mengikuti Senior Fitness Assessment yang bertujuan menilai beberapa komponen kebugaran penting pada lansia, antara lain kekuatan otot, keseimbangan tubuh, fleksibilitas, dan mobilitas fungsional.

Penilaian ini memberikan informasi mengenai kemampuan fisik peserta dalam menjalankan aktivitas sehari-hari serta menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam melakukan pemantauan kesehatan berbasis aktivitas fisik.

Edukasi Gaya Hidup Sehat dan Aktif

Selain pemeriksaan kesehatan dan aktivitas fisik, tim pelaksana juga memberikan edukasi kesehatan mengenai pentingnya menjaga kebugaran melalui pola hidup aktif. Materi yang disampaikan menekankan peran aktivitas fisik dalam membantu mempertahankan fungsi tubuh, menjaga kebugaran, serta mendukung kualitas hidup pada usia lanjut.

Kegiatan edukasi berlangsung secara interaktif dengan melibatkan diskusi antara mahasiswa dan peserta sehingga informasi kesehatan dapat disampaikan secara lebih mudah dipahami.

Wadah Pembelajaran Mahasiswa dalam Pengabdian kepada Masyarakat

Ketua Pelaksana AKSARA, Ivannia Alex Kusuma Lie, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan melalui interaksi langsung dengan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam melakukan edukasi kesehatan, berkomunikasi dengan masyarakat, serta mengembangkan profesionalisme yang diperlukan sebagai calon tenaga medis.

Kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Pelaksanaan AKSARA sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin ke-3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being). Melalui pemeriksaan kesehatan, promosi aktivitas fisik, dan edukasi kesehatan, kegiatan ini mendukung upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia.

Program AKSARA juga menunjukkan komitmen Fakultas Kedokteran UPI dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang menghubungkan pembelajaran akademik dengan kebutuhan nyata di lingkungan masyarakat.

 

Kontributor : Humas FK UPI