Mahasiswa FK UPI Presentasi Riset Kedokteran Olahraga di Thailand

Mahasiswa FK UPI Presentasi Riset Kedokteran Olahraga di Thailand

Bandung — Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) turut berpartisipasi dalam AFSM, SMAT & TOSSM Congress 2026 yang berlangsung pada 2–4 Juli 2026. Dalam forum internasional tersebut, Kayla Anindya dan Zulrizka Busjairi Ashshiddiqi mempresentasikan hasil penelitian di bidang rehabilitasi cedera olahraga sekaligus mengikuti rangkaian diskusi ilmiah bersama peserta dari berbagai negara.

Keterlibatan mahasiswa FK UPI dalam kongres tersebut menjadi bagian dari pengalaman akademik di tingkat internasional. Selain memperkenalkan hasil penelitian, keikutsertaan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti perkembangan ilmu kedokteran olahraga, ortopedi, dan rehabilitasi melalui berbagai sesi ilmiah yang menghadirkan beragam perspektif keilmuan.

Presentasikan Dua Penelitian di Bidang Rehabilitasi Cedera Olahraga

Pada area poster exhibition bertajuk TOSSM Innovation, delegasi FK UPI mempresentasikan dua penelitian berbentuk scoping review. Keduanya mengangkat isu yang berkaitan dengan rehabilitasi cedera olahraga, khususnya cedera hamstring dan cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL).

Penelitian pertama berjudul “Rehabilitation Protocols for Hamstring Injury Recovery in Athletes: A Scoping Review”. Penelitian ini disusun oleh Zulrizka Busjairi Ashshiddiqi, Kayla Anindya, Adiputra Pangestu, Naufal Regimart Abiyasa, dan Pipit Pitriani.

Studi tersebut menelaah 27 literatur terpilih yang melibatkan 1.847 atlet dari 15 cabang olahraga. Kajian dilakukan untuk memetakan berbagai protokol rehabilitasi yang digunakan dalam proses pemulihan cedera hamstring pada atlet.

Sementara itu, penelitian kedua berjudul “Neuromuscular Electrical Stimulation Timing in Anterior Cruciate Ligament Reconstruction Rehabilitation: A Scoping Review”. Penelitian ini disusun oleh Kayla Anindya, Zulrizka Busjairi Ashshiddiqi, Adiputra Pangestu, Naufal Regimart Abiyasa, dan Pipit Pitriani.

Penelitian tersebut mengkaji penggunaan Neuromuscular Electrical Stimulation (NMES) dalam rehabilitasi setelah rekonstruksi ACL, khususnya terkait waktu penggunaannya dalam tahapan rehabilitasi.

Kehadiran kedua penelitian tersebut dalam sesi poster exhibition juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menjelaskan hasil kajian secara langsung dan berdiskusi dengan peserta kongres yang memiliki latar belakang di bidang kedokteran olahraga, ortopedi, fisioterapi, penelitian, dan rehabilitasi.

Memperluas Perspektif Mahasiswa tentang Sports Medicine

AFSM, SMAT & TOSSM Congress 2026 mempertemukan peserta dari berbagai negara dan latar belakang profesi. Kongres ini diselenggarakan oleh Asian Federation of Sports Medicine (AFSM), Sports Medicine Association of Thailand (SMAT), dan Thai Orthopaedic Society for Sports Medicine (TOSSM).

Selama mengikuti kegiatan, mahasiswa FK UPI memperoleh paparan mengenai berbagai perkembangan dalam sports medicine. Topik yang dibahas mencakup pencegahan cedera olahraga, resep latihan, rehabilitasi cedera, rekonstruksi ACL, penanganan cedera hamstring dan tendon, hingga return to sport criteria.

Peserta juga mengikuti pembahasan mengenai nutrisi olahraga, concussion management, regenerative medicine, musculoskeletal ultrasound, evidence-based rehabilitation, biomekanika olahraga, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam bidang kedokteran olahraga.

Rangkaian pembelajaran tersebut memperluas perspektif mahasiswa terhadap perkembangan pendekatan ilmiah dan teknologi yang digunakan dalam bidang kedokteran olahraga. Pengalaman mengikuti forum internasional juga memberikan kesempatan untuk melihat bagaimana penelitian dan praktik kedokteran olahraga berkembang dalam konteks komunitas ilmiah yang lebih luas.

Pengalaman Akademik di Tingkat Internasional

Keikutsertaan dalam kongres internasional tidak hanya memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempresentasikan penelitian, tetapi juga memperkuat pengalaman dalam berkomunikasi di lingkungan akademik internasional.

Melalui sesi presentasi dan diskusi, mahasiswa berinteraksi dengan peserta yang berasal dari beragam latar belakang profesi. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan kemampuan komunikasi ilmiah sekaligus memperkaya pemahaman mahasiswa terhadap isu-isu yang berkembang dalam kedokteran olahraga.

Partisipasi ini juga sejalan dengan pengembangan budaya akademik yang mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui proses pembelajaran di kelas, tetapi juga terlibat dalam kegiatan penelitian dan forum ilmiah.

Memperkuat Komitmen pada Pengembangan Ilmu Kedokteran Olahraga

Dua penelitian yang dipresentasikan mahasiswa FK UPI menunjukkan keterlibatan mahasiswa dalam kajian ilmiah mengenai rehabilitasi cedera olahraga. Topik tersebut memiliki keterkaitan dengan pengembangan pendekatan berbasis bukti dalam mendukung proses pemulihan atlet.

Keikutsertaan pada forum internasional sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan dari perkembangan penelitian dan praktik kedokteran olahraga yang dibahas dalam komunitas ilmiah internasional.

Bagi FK UPI, pengalaman mahasiswa dalam forum seperti ini menjadi bagian dari proses penguatan kompetensi akademik, kemampuan riset, dan komunikasi ilmiah. Keterlibatan tersebut juga memperluas jejaring akademik mahasiswa dengan komunitas kedokteran olahraga di tingkat internasional.

Kontribusi terhadap SDGs

Keikutsertaan mahasiswa FK UPI dalam forum ilmiah internasional dan presentasi penelitian di bidang rehabilitasi cedera olahraga berkontribusi pada SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui pengembangan kajian berbasis bukti mengenai rehabilitasi cedera hamstring dan penggunaan NMES pada rehabilitasi pascarekonstruksi ACL.

Kegiatan ini juga mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui keterlibatan mahasiswa dalam penelitian, presentasi ilmiah, dan pembelajaran pada forum akademik internasional.

Sementara itu, interaksi dengan komunitas akademik dan profesi dari berbagai negara mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, khususnya dalam memperluas jejaring dan hubungan akademik pada bidang kedokteran olahraga.

Keikutsertaan Kayla Anindya dan Zulrizka Busjairi Ashshiddiqi dalam AFSM, SMAT & TOSSM Congress 2026 menjadi bagian dari pengalaman akademik mahasiswa FK UPI dalam membawa hasil penelitian ke ruang ilmiah internasional. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan mengenai perkembangan sports medicine, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam menyampaikan dan mendiskusikan hasil penelitian di tingkat global.

Kontributor : Humas FK UPI