FK UPI Gelar Guest Lecture Health Informatics bersama Prof. Dr. Edi Triono Nuryatno: Dorong SDG 3 Kesehatan dan SDG 4 Pendidikan Berkualitas

FK UPI Gelar Guest Lecture Health Informatics bersama Prof. Dr. Edi Triono Nuryatno: Dorong SDG 3 Kesehatan dan SDG 4 Pendidikan Berkualitas

Bandung, 20 Agustus 2025 – Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan ilmu kedokteran dengan perkembangan teknologi melalui penyelenggaraan Guest Lecture bertema Health Informatics. Acara yang digelar di Auditorium FK UPI lantai 3 ini menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. Edi Triono Nuryatno, Ph.D., seorang pakar internasional di bidang Health Informatics, Rabu (20/8/2025).

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 60 peserta, terdiri dari dosen FK UPI, dosen program studi Bimbingan dan Konseling, serta mahasiswa angkatan 2024, berlangsung secara interaktif. Acara dipandu oleh dr. Kurnia Eka Wijayanti, M.K.M., Ph.D. sebagai moderator, dengan rangkaian sesi yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB.

Dalam paparannya, Prof. Edi menjelaskan bahwa Health Informatics merupakan bidang multidisiplin yang menggabungkan kesehatan, teknologi informasi, dan manajemen data untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, pengelolaan data medis, serta mendukung pengambilan keputusan klinis. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep dasar, manfaat, hingga tantangan penerapan Health Informatics di era digital. Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung aktif sehingga memperkaya wawasan peserta.

Profil Narasumber

Prof. Dr. Edi Triono Nuryatno, Ph.D. adalah seorang Health Informatician sekaligus peneliti internasional yang tergabung dalam Australasian Institute of Digital Health. Ia memiliki keahlian di bidang algoritma klinis, digital health, artificial intelligence (AI), data kesehatan, dan urban/public health informatics.

Beliau menempuh pendidikan doktoralnya di Edith Cowan University, Australia, dengan fokus penelitian pada Morphogenetics – Human Mechanisms, serta pernah menerima dua beasiswa bergengsi dari Pemerintah Australia: ECUPRS-International dan IPREP Western Australia. Dalam kariernya, Prof. Edi pernah menjabat sebagai Clinical Health Informatician di Harry Perkins Institute of Medical Research, mengelola data hampir 6.000 pasien kanker melanoma di Western Australia.

Selain itu, Prof. Edi aktif sebagai akademisi di University of Western Australia, Institut Teknologi Nasional Bandung, serta Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto Yogyakarta. Ia juga tercatat sebagai anggota komunitas internasional ANZ COVID-19 dan menjadi Official Nominator untuk VinFuture Prize, sebuah penghargaan sains global. Pada 2024, ia menerima Excellent in Research Award dari UWA Medical School atas kontribusinya dalam riset Health Informatics.

Dengan rekam jejak internasional ini, kehadiran Prof. Edi di FK UPI memberikan wawasan berharga bagi mahasiswa dan dosen mengenai bagaimana teknologi digital dan data sains dapat diterapkan dalam dunia medis modern.

Relevansi dengan SDGs

Kegiatan ini sejalan dengan visi FK UPI untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama:

  • SDG 3 (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan) melalui penguatan pemanfaatan teknologi informasi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
  • SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan memberikan akses pendidikan yang relevan terhadap perkembangan teknologi medis global bagi mahasiswa.

Melalui Guest Lecture ini, FK UPI menegaskan kontribusinya dalam mencetak lulusan kedokteran yang unggul, adaptif terhadap era digital, serta siap berperan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Kontributor : Humas FK UPI