Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) menyelenggarakan Guest Lecture bertajuk Pediatric and Adolescent Gynaecology (PAG) Primary Care Guidelines pada Kamis, 8 Oktober 2026. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Leek Mei Lim dari Hospital Sultan Ismail, Ministry of Health, Malaysia, untuk membahas pengenalan dan penanganan awal gangguan kesehatan reproduksi anak dan remaja di layanan kesehatan primer.
Bahas Gangguan Kesehatan Reproduksi Anak dan Remaja
Materi kuliah tamu menyoroti pentingnya pemahaman tenaga kesehatan terhadap perkembangan reproduksi anak dan remaja. Topik ini mencakup gangguan menstruasi, nyeri panggul kronis, endometriosis, gangguan pubertas, serta tanda-tanda hiperandrogenisme.
Salah satu pembahasan utama adalah Abnormal Uterine Bleeding (AUB) atau perdarahan uterus abnormal, termasuk menstruasi dengan perdarahan berlebihan. Tenaga kesehatan perlu mengenali pola menstruasi yang tidak normal, menilai gejala yang menyertai, dan menentukan kebutuhan pemeriksaan lebih lanjut.
Dr. Leek Mei Lim juga membahas nyeri panggul kronis dan kemungkinan endometriosis pada remaja, serta gangguan pubertas yang memerlukan evaluasi medis. Pemahaman terhadap kondisi tersebut membantu tenaga kesehatan mengenali tanda bahaya sejak dini dan menentukan langkah penanganan yang sesuai.
Perkuat Peran Dokter Layanan Primer
Materi PAG Primary Care Guidelines menekankan peran dokter umum dan tenaga kesehatan di fasilitas layanan primer dalam mengenali masalah kesehatan reproduksi anak dan remaja. Dokter layanan primer menjadi titik awal untuk melakukan penilaian klinis, memberikan edukasi, menangani kondisi sesuai kompetensi, dan merujuk pasien apabila membutuhkan pemeriksaan atau penanganan spesialis.
Pendekatan terhadap pasien anak dan remaja juga memerlukan komunikasi yang sesuai dengan usia, perhatian terhadap privasi, serta pemahaman mengenai perkembangan fisik dan emosional. Tenaga kesehatan perlu mendengarkan keluhan pasien secara langsung agar memperoleh informasi yang relevan untuk mendukung penilaian klinis.
Materi tersebut turut menyoroti tanda bahaya, seperti perdarahan sebelum pubertas, nyeri panggul berat atau progresif, serta tidak terjadinya menstruasi pertama yang disertai nyeri siklik. Pengenalan tanda-tanda tersebut membantu tenaga kesehatan menentukan kebutuhan evaluasi dan rujukan secara tepat.
Kaitkan Edukasi Klinis dengan Program Kesehatan Remaja
Pembahasan juga mencakup upaya kesehatan remaja di Indonesia melalui program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR). Program ini mendukung pelayanan yang ramah remaja, menjaga kerahasiaan pasien, serta menyediakan edukasi dan layanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan kelompok usia tersebut.
Selain itu, materi mengangkat pencegahan anemia melalui konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), imunisasi human papillomavirus (HPV), dan edukasi kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah. Upaya tersebut menunjukkan pentingnya keterhubungan antara fasilitas pelayanan kesehatan, keluarga, dan institusi pendidikan dalam mendukung kesehatan remaja.
Melalui Guest Lecture ini, FK UPI mengangkat isu kesehatan reproduksi anak dan remaja sebagai bagian penting dari pendidikan kedokteran. Pemahaman mengenai deteksi dini, komunikasi yang tepat, dan rujukan klinis menjadi bekal bagi calon dokter dalam memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan pasien.
Dukung SDGs Bidang Kesehatan
Topik kuliah tamu ini relevan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, khususnya dalam mendukung pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan masalah kesehatan, dan akses terhadap pelayanan yang tepat.
Edukasi kesehatan reproduksi sejak usia dini dan remaja juga berkaitan dengan SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan pengetahuan kesehatan yang dapat mendukung pengambilan keputusan secara tepat dan bertanggung jawab.
FK UPI terus mengangkat isu-isu kesehatan yang relevan dalam kegiatan akademik sebagai bagian dari penguatan wawasan kedokteran dan pemahaman terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat.
Kontributor : Humas FK UPI
