Penandatanganan MoU Tandai Penguatan Kemitraan Strategis
BANDUNG – Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) dan Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia (STFI) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pada Rabu, 20 Mei 2026, di lingkungan FK UPI. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis kedua institusi dalam memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan inovasi kesehatan berbasis riset.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Dekan FK UPI, Prof. dr. Hamidie Ronald Daniel Ray, dan Ketua STFI, Dr. apt. Adang Firmansyah, serta disaksikan jajaran pimpinan dan pengelola kerja sama dari kedua institusi.
Fokus pada Implementasi Program Nyata
Dalam sambutannya, Dekan FK UPI menegaskan bahwa kerja sama tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi harus diwujudkan melalui program dan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi kedua institusi. Salah satu bentuk implementasi yang dibahas adalah keterlibatan STFI dalam berbagai kegiatan akademik dan penelitian yang diselenggarakan FK UPI.
FK UPI juga memperkenalkan sejumlah agenda akademik yang dapat menjadi ruang kolaborasi bersama, di antaranya konferensi kesehatan yang akan berlangsung pada 2–3 Juli 2026 serta kegiatan Paper Camp yang dijadwalkan pada 3–5 Juni 2026. Program tersebut diarahkan untuk menghasilkan manuskrip ilmiah yang siap dipublikasikan melalui skema kolaborasi antara dosen dan peneliti dari kedua institusi.
Selain itu, Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu FK UPI turut mendorong penguatan kolaborasi penelitian melalui persiapan pengajuan hibah penelitian yang akan didukung melalui program hilirisasi UPI.
STFI Tampilkan Pengalaman Hilirisasi Riset
Pada kesempatan yang sama, STFI memaparkan perkembangan institusi yang tengah berproses menuju transformasi menjadi institut dengan lima program studi. Pihak STFI juga menjelaskan berbagai capaian hilirisasi riset yang telah dikembangkan sejak 2018 melalui pembentukan lembaga yang berfokus pada inovasi dan hilirisasi hasil penelitian.
Beberapa inovasi yang sedang dikembangkan antara lain pemanfaatan bahan alam untuk kesehatan dan kosmetik, termasuk produk isolat gabus untuk penyembuhan luka serta pengembangan bahan baku berbasis rumput laut. Sejumlah produk bahkan telah memasuki tahap produksi industri melalui kemitraan dengan sektor swasta. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam membangun kolaborasi riset terapan bersama FK UPI.
Kolaborasi Akademik dan Industri dalam Satu Ekosistem
Kegiatan ini juga menghadirkan perwakilan mitra industri yang bergerak di bidang natural supplement. Dalam sesi diskusi, mitra industri menyampaikan pengalaman kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam pengembangan produk berbasis hasil penelitian. Kehadiran sektor industri dalam forum tersebut memperlihatkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan dunia usaha untuk mempercepat pemanfaatan hasil riset menjadi produk yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Audiensi dengan Pimpinan UPI Perkuat Kerja Sama Kelembagaan
Usai kegiatan di FK UPI, rombongan STFI melanjutkan audiensi dengan Prof. Dr. Agus Setiabudi selaku Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan UPI. Dalam pertemuan tersebut, UPI menyambut baik inisiatif kerja sama yang telah terjalin dengan berbagai unit di lingkungan universitas, termasuk Program Studi Gizi dan FK UPI.
Pihak universitas menjelaskan bahwa kerja sama di tingkat universitas akan menjadi payung kelembagaan bagi berbagai kolaborasi yang telah berjalan di tingkat fakultas dan program studi, terutama yang telah menunjukkan implementasi melalui kegiatan nyata dan berkelanjutan. Pertemuan diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan plakat sebagai simbol penguatan hubungan kelembagaan.
Mendukung SDGs melalui Kemitraan Pendidikan dan Inovasi
Kolaborasi antara FK UPI dan STFI sejalan dengan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pengembangan inovasi kesehatan berbasis riset, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kolaborasi akademik, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana kerja sama antarlembaga dapat memperkuat ekosistem pendidikan tinggi dan memperluas dampak hasil penelitian bagi masyarakat.
Kontributor : Humas FK UPI/Ramdhan Nugraha




