Bandung, 7 Januari 2026 – Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) resmi memulai transformasi pendidikan profesi melalui Implementasi Kurikulum LIC FK UPI. Workshop yang digelar pada Rabu (7/1/2026) di Auditorium FK UPI ini bertujuan memperkuat kurikulum klinik agar lulusan tidak hanya menjadi klinisi, tetapi juga dokter pendidik yang unggul. Dampak utama dari inisiatif ini adalah terciptanya standar baru dalam pendidikan kedokteran yang lebih integratif, memastikan mahasiswa siap menjawab tantangan kesehatan nasional saat memasuki jenjang profesi tahun depan.
Integrasi Visi “Leading and Outstanding” dalam Praktik Pendidikan Klinik
FK UPI memainkan peran sentral dalam mengintegrasikan visi “Leading and Outstanding” ke dalam praktik medis sehari-hari. Melalui model Longitudinal Integrated Clerkship (LIC), fakultas memastikan mahasiswa mendapatkan bimbingan berkelanjutan (longitudinal mentoring) yang menghubungkan mereka secara mendalam dengan pasien dan pembimbing dalam jangka panjang. Peran ini secara spesifik berfokus pada keunggulan strategis fakultas, yaitu pencegahan penyakit degeneratif melalui aktivitas fisik, guna menghasilkan dokter yang mampu melakukan intervensi gaya hidup sejak dini bagi masyarakat.
Penguatan Pendidikan Klinis melalui Kolaborasi dengan Mitra Strategis
Dalam rangka pengayaan perspektif pendidikan dokter, FK UPI menghadirkan pengalaman praktik dari fasilitas layanan kesehatan seperti RS Izza dan Klinik Padjadjaran. Diskusi dengan para praktisi ini memberikan gambaran nyata mengenai integrasi pendidikan dengan sistem kesehatan primer dan sekunder, sehingga mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami aspek teoretis, tetapi juga dinamika pengelolaan kesehatan masyarakat secara komprehensif. Pendekatan ini memperkuat arah pengembangan pendidikan dokter FK UPI yang berorientasi pada kepekaan sosial, budaya, dan nilai-nilai religiusitas.
Keunggulan Strategis dalam Implementasi Kurikulum LIC FK UPI
Program ini dirancang sebagai inisiatif yang “berdampak” nyata secara sosial dan ekonomi bagi masyarakat melalui pemanfaatan wilayah Purwakarta dan Subang sebagai living laboratory. Mahasiswa kedokteran UPI akan diterjunkan langsung ke komunitas untuk melakukan riset berbasis masyarakat dan intervensi kesehatan lokal yang solutif. Dampak program yang berdampak ini diharapkan mampu menurunkan angka kesakitan serta meningkatkan kualitas hidup warga di wilayah binaan melalui edukasi pencegahan penyakit yang sistematis dan berkelanjutan.
Kontribusi Nyata FK UPI terhadap Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)
Implementasi Kurikulum LIC FK UPI juga merupakan wujud nyata komitmen institusi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Dengan mencetak tenaga medis yang mahir dalam lifestyle medicine dan pencegahan primer, FK UPI berkontribusi langsung pada pengurangan beban penyakit degeneratif secara global. Pendidikan berkualitas yang inklusif ini memastikan setiap lulusan memiliki kapabilitas tinggi untuk menjaga ketahanan sistem kesehatan nasional di masa depan.
Rekomendasi Strategis untuk Pengembangan Fakultas Kedokteran UPI
Berdasarkan diskusi mendalam selama workshop, terdapat beberapa rekomendasi strategis untuk pengembangan fakultas. Pertama, FK UPI perlu meningkatkan literasi digital dan penguasaan teknologi informasi (AI) bagi dosen dan mahasiswa guna menghadapi disrupsi kesehatan digital. Kedua, diperlukan penguatan kapasitas SDM preceptor secara rutin melalui pelatihan coaching dan mentoring agar proses transfer ilmu di RS dan klinik berjalan optimal. Ketiga, fakultas didorong untuk segera mengembangkan program studi Magister dan Doktoral guna memperkuat ekosistem riset kedokteran olahraga dan gaya hidup di tingkat nasional.
Sinergi Pimpinan, Narasumber, dan Mitra dalam Menjamin Keberhasilan LIC
Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan yakni Dekan FK UPI, Prof. dr. Hamidie Ronald Daniel Ray, M.Pd., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu dr. Pipit Fitriani, M.Kes., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Umum Dr. dr. Lucky Angkawidjaja Roring, M.Pd., dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan Dr. dr. Imas Damayanti, M.Kes.. Hadir pula narasumber ahli seperti Prof. Dr.med. Tri Hanggono Achmad, dr., Dr. Nita Arisanti, dr., M.Sc.FM., serta pimpinan mitra strategis yakni dr. Dik Adi Nugraha, Sp.B. (RS Izza) dan dr. Yudhi Andros (Klinik Padjadjaran). Seluruh pihak sepakat bahwa sistem pendukung (supporting system) dan manajemen risiko yang kuat adalah kunci keberhasilan implementasi kurikulum ini.
Menjembatani Teori dan Praktik demi Lahirnya Dokter Pendidik Unggul
Melalui persiapan matang ini, FK UPI optimis melahirkan dokter pendidik yang responsif dan berdedikasi tinggi bagi kemanusiaan. Implementasi Kurikulum LIC FK UPI ibarat membangun jembatan yang kokoh; ia menghubungkan dunia teori akademik dengan realitas praktik medis, memastikan calon dokter menyeberang dengan aman untuk melayani masyarakat dengan hati dan kompetensi terbaik.
Kontributor : Humas FK UPI/Ramdhan Nugraha




