BEM FK UPI Lanjutkan Program Berdampak: Pemeriksaan Kesehatan Anak & Pelatihan Produk Pangan Lokal di Desa Tambakan

BEM FK UPI Lanjutkan Program Berdampak: Pemeriksaan Kesehatan Anak & Pelatihan Produk Pangan Lokal di Desa Tambakan

Subang, 29 November 2025 — Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (BEM FK UPI) kembali melanjutkan rangkaian Program Mahasiswa Berdampak di Desa Tambakan, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang. Kegiatan tahap ketiga ini melanjutkan program sebelumnya yang berfokus pada pengukuran tumbuh kembang anak, penyuluhan gizi seimbang, serta pengembangan inovasi pangan lokal seperti tepung ubi jalar ungu dan abon ikan. Pada tahap ini, kegiatan dilaksanakan di dua lokasi, yaitu pemeriksaan kesehatan anak di GOR Desa Tambakan serta pelatihan pengolahan coklat ubi, lemper abon ikan, dan penyusunan business plan di Café Cik Ah. Pelaksanaan ketiga rangkaian kegiatan ini turut dipercayakan kepada Direktur BUMDes Desa Tambakan, Bapak Ade Sunaryo, beserta tim, yang berperan dalam koordinasi teknis lapangan dan dukungan operasional kegiatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak (PM-BEM) yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Riset dan Pengembangan, Kemdiktisaintek, dengan tujuan memberdayakan masyarakat desa melalui inovasi pangan lokal berbasis gizi seimbang. Tahap ketiga ini sekaligus memperkuat kesinambungan program sebelumnya dengan menghadirkan pendampingan kesehatan yang lebih menyeluruh serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengolah pangan bergizi dan bernilai ekonomi sebagai solusi berkelanjutan pencegahan stunting di Desa Tambakan.

Dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan di GOR Desa Tambakan, BEM FK UPI melakukan pemantauan status gizi, pemeriksaan antropometri, skrining kesehatan dasar, serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat. Kegiatan ini ditujukan untuk memastikan tumbuh kembang anak dapat dipantau secara berkelanjutan dan risiko stunting dapat terdeteksi lebih awal. Peserta yang hadir, terutama para ibu dan kader posyandu, menerima pendampingan langsung dari mahasiswa untuk memahami langkah-langkah perawatan anak yang sehat dan sesuai kebutuhan gizi.

Sementara itu, sesi pelatihan di Café Cik Ah menghadirkan praktik pembuatan produk pangan lokal seperti coklat ubi dan lemper abon ikan yang dikembangkan sebagai inovasi pangan bergizi, mudah diproduksi, dan memiliki potensi ekonomi desa. Pelatihan dilanjutkan dengan penyusunan business plan dan strategi pemasaran, memberikan keterampilan dasar kewirausahaan kepada ibu-ibu PKK, kader posyandu, serta kelompok perempuan desa untuk mendukung keberlanjutan usaha pangan lokal. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai agenda resmi pelatihan, mulai dari pembukaan, sesi pelatihan olahan pangan, hingga strategi bisnis.

Kepala Desa Tambakan, Dadang Sukari, S.AP., M.Si., menyampaikan apresiasi atas dedikasi mahasiswa dan dosen UPI yang tidak hanya memberikan edukasi kesehatan tetapi juga menghadirkan solusi konkret yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang. Ia menegaskan bahwa rangkaian kegiatan ini memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat desa.

Melalui rangkaian kegiatan tahap pertama, kedua, dan ketiga, BEM FK UPI bersama mahasiswa lintas fakultas berhasil menunjukkan model pemberdayaan masyarakat yang integratif, meliputi edukasi kesehatan, teknologi pangan lokal, peningkatan kemampuan produksi, hingga strategi bisnis. Program ini selaras dengan SDG 2 (Zero Hunger), SDG 3 (Good Health and Well-Being), dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production), serta menjadi komitmen UPI dalam memperluas implementasi program serupa ke desa-desa lain di Jawa Barat untuk memperkuat upaya penurunan stunting berbasis riset, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Kontributor : Humas FK UPI