Bandung, 26 Juni 2025 — Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema Persiapan Pelatihan Mental Health Berbasis Dukungan Teman Sebaya, bertempat di Auditorium FK UPI. Kegiatan ini menjadi tonggak awal dalam penjajakan kerja sama strategis antara FK UPI dengan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jawa Barat serta unit-unit internal UPI dalam upaya membangun ekosistem dukungan psikologis di lingkungan kampus.

Tujuan dan Latar Belakang
Isu kesehatan mental mahasiswa menjadi perhatian serius di lingkungan pendidikan tinggi. Untuk menjawab tantangan ini, FK UPI berinisiatif menggagas pelatihan peer support sebagai upaya preventif dan promotif yang dapat membantu mahasiswa menghadapi tekanan akademik maupun sosial. Program ini dirancang agar mahasiswa dapat menjadi pendamping awal bagi rekan sebayanya sebelum dirujuk ke tenaga profesional.

Peserta dan Narasumber
FGD ini melibatkan jajaran pimpinan FK UPI, perwakilan dari BKPK UPI, dosen lintas fakultas, tenaga kependidikan, serta mahasiswa dari berbagai program studi. Narasumber utama berasal dari RSJ Provinsi Jawa Barat, antara lain:
- dr. Noki Irawan Saputra, Sp.KJ, MMRS (Wakil Direktur RSJ Jabar)
- Frima Nurahmi, SKM., M.M.Kes. (Kabag Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian)
- dr. Zesty Virgiandita, dr. Mia Risma, Icih Susanti (Perawat Muda), dan tim pelaksana lainnya

Rangkaian Kegiatan
Rangkaian kegiatan FGD diawali dengan sambutan oleh pimpinan FK UPI, dilanjutkan dengan sesi pemaparan dari tim RSJ mengenai konsep pelatihan Peer Support dan Psychological First Aid (PFA). Diskusi terbuka berlangsung hangat, mempertemukan perspektif medis, akademik, dan kebutuhan mahasiswa.

Poin penting yang dibahas meliputi:
- Pentingnya pelatihan mahasiswa sebagai peer supporter
- Penyusunan modul pelatihan berbasis konteks kampus
- Sistem rujukan berjenjang mulai dari mahasiswa → BKPK → klinik kampus → RSJ
- Peluang riset dan pengabdian masyarakat bersama

Komitmen Bersama dan Tindak Lanjut
FGD ini menghasilkan sejumlah kesepakatan awal. Di antaranya, pelaksanaan pelatihan tahap pertama PFA akan segera dijadwalkan dengan peserta lintas fakultas. RSJ Jabar akan bertindak sebagai pelaksana utama pelatihan, sedangkan FK UPI bertindak sebagai fasilitator dan koordinator. Selanjutnya akan disusun dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) formal yang mencakup aspek pelatihan, riset kolaboratif, hingga dukungan terhadap program Kampus Sehat.

Harapan dan Penutup
Dekan FK UPI, Prof. dr. Hamidie Ronald Daniel Ray, M.Pd., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas antusiasme para peserta dan mitra. Ia menekankan bahwa kolaborasi semacam ini penting untuk menciptakan lingkungan akademik yang sehat dan suportif. FGD ini diharapkan menjadi awal dari gerakan kolektif yang mengedepankan kesehatan mental sebagai fondasi keberhasilan mahasiswa UPI di masa depan.

Kontributor : Humas FK UPI
