BANDUNG – Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) menyelenggarakan seminar edukasi dan deteksi dini kanker bagi Ikatan Ibu-Ibu Keluarga (IIK) UPI pada Selasa, 5 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Auditorium FK UPI ini merupakan bentuk kolaborasi antara FK UPI, IIK UPI Pusat, dan Yayasan Pemerhati Kanker Indonesia (YPKI).
Sinergi Edukasi Kesehatan dan Tradisi Munggahan
Acara bertajuk “Edukasi dan Deteksi Dini Kanker untuk Hidup yang Lebih Sehat” ini bertepatan dengan momen menjelang bulan suci Ramadan atau yang lazim masyarakat sebut sebagai Munggahan. Ketua Umum IIK UPI Pusat, Ainur Djamila Didi Sukyadi, S.Pd., menyatakan bahwa kolaborasi ini bertujuan mengefektifkan pertemuan rutin IIK sekaligus memberikan wawasan kesehatan yang krusial bagi para anggotanya.
Dekan FK UPI, Prof. dr. Hamidie Ronald, PhD, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran ibu sebagai pilar kesehatan keluarga. Ia juga menginformasikan bahwa kegiatan ini bertepatan dengan peringatan tiga tahun berdirinya FK UPI yang jatuh pada tanggal 5 Mei 2026.
Data Faktual dan Sosialisasi Deteksi Dini
Sebanyak 85 peserta menghadiri kegiatan ini, yang terdiri dari pengurus IIK UPI Pusat, perwakilan IIK unit fakultas, serta tenaga kependidikan dan dosen di lingkungan UPI. FK UPI menghadirkan dua narasumber ahli untuk membedah persoalan kanker dari sisi medis dan pencegahan alami:
- dr. Sella Zenitasari, Sp.OG, FESICOG (Dosen FK UPI): Menjelaskan urgensi deteksi dini kanker serviks melalui metode Pap Smear dan vaksinasi HPV untuk menekan angka kematian yang mencapai 21.000 kasus per tahun di Indonesia.
- Afina Putri Indriani, S.Keb (Konsultan Kesehatan YPKI): Memaparkan faktor pemicu kanker seperti zat karsinogen dalam makanan, pola hidup tidak sehat, hingga pemanfaatan tanaman herbal seperti temu putih sebagai terapi komplementer.
Sebagai langkah konkret, panitia membagikan E-Card kepada peserta yang mendaftar pemeriksaan Pap Smear untuk memfasilitasi pemeriksaan di Laboratorium Kimia Farma terdekat.
Mendukung Capaian SDGs melalui Kesehatan Masyarakat
Kegiatan ini secara langsung mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Melalui penyuluhan ini, FK UPI berupaya membantu menurunkan angka kematian akibat penyakit tidak menular (kanker) melalui penguatan pencegahan dan deteksi dini. Selain itu, kolaborasi lintas organisasi ini mencerminkan semangat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penutupan dan Ramah Tamah
Acara berakhir dengan sesi tanya jawab interaktif mengenai mitos kesehatan, seperti penggunaan pembalut dan kebersihan organ reproduksi.
Kontributor : Humas FK UPI/Ramdhan Nugraha







