Denpasar – Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) kembali menorehkan prestasi akademik di kancah internasional. dr. Ela Kustila, Sp.S., menjadi salah satu peserta yang mempresentasikan hasil risetnya pada The 16th Biennial Convention of the ASEAN Neurological Association (ASNA) 2025 yang diselenggarakan di Denpasar, Bali, pada 6–10 Agustus 2025.
Dalam ajang ilmiah bergengsi yang dihadiri para pakar neurologi se-ASEAN tersebut, rr. Ela mempresentasikan poster ilmiah berjudul “A Near-Miss Case Report: Severe Tuberculous Meningitis Following Delayed Diagnosis Despite Early Medical Contact.” Studi ini mengangkat kasus tuberkulosis meningitis dengan keterlambatan diagnosis meskipun pasien telah melakukan kontak awal dengan tenaga medis, yang berimplikasi pada risiko komplikasi neurologis berat.
ASNA 2025 merupakan forum ilmiah dua tahunan yang mempertemukan para neurolog, peneliti, dan tenaga kesehatan dari berbagai negara untuk berbagi temuan terbaru di bidang ilmu saraf. Kegiatan ini mencakup plenary symposium, parallel symposium, workshop, dan kompetisi poster ilmiah yang menjadi ajang kolaborasi dan pertukaran pengetahuan lintas negara.
Partisipasi FK UPI dalam ASNA 2025 tidak hanya menjadi bentuk kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan ke-3 Good Health and Well-being melalui peningkatan kualitas pelayanan dan pencegahan penyakit menular seperti tuberkulosis.
“Partisipasi ini menjadi bukti bahwa dosen FK UPI mampu bersaing dan memberikan kontribusi pada kemajuan ilmu kedokteran, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional,” ujar dr. Ela. FK UPI berharap melalui forum ini dapat memperluas jejaring akademik dan kolaborasi riset lintas negara demi peningkatan mutu pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan di Indonesia.
Kontributor : Humas FK UPI
