Prof. Syahidin Bahas Integrasi Al-Qur’an dan Sains Kedokteran

Prof. Syahidin Bahas Integrasi Al-Qur’an dan Sains Kedokteran

BANDUNG – Prof. Dr. H. Syahidin, M.Pd. menyampaikan ceramah tentang integrasi Al-Qur’an dan sains kedokteran dalam kegiatan Pengajian Ramadan Pegawai dan Dosen di Fakultas Kedokteran UPI, Kamis (12/3/2026). Kegiatan berlangsung secara luring pukul 10.00–11.30 WIB dan dihadiri pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa.

Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu, dr. Pipit Pitriani, M.Kes., Ph.D., membuka acara dengan menegaskan pentingnya penguatan spiritual selama Ramadan. Muhammad Adib Amrullah membacakan ayat suci Al-Qur’an sebagai pembuka rangkaian kegiatan.

Al-Qur’an sebagai Landasan Ilmu Kedokteran

Dalam materinya, Prof. Syahidin menjelaskan peran Al-Qur’an sebagai grand theory dalam pengembangan ilmu pengetahuan, termasuk kedokteran. Ia mencontohkan istilah alaq dalam Surah Al-‘Alaq yang menggambarkan proses penciptaan manusia yang selaras dengan konsep medis modern.

Ia juga mengutip penelitian Maurice Bucaille terkait jasad Firaun. Temuan mengenai proses pengawetan mumi memperkuat penjelasan Al-Qur’an tentang penyelamatan jasad tersebut sebagai pelajaran bagi manusia. Prof. Syahidin menegaskan bahwa pendekatan ilmiah dan nilai keagamaan perlu berjalan beriringan.

Diskusi dan Penguatan Nilai Spiritual

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Peserta mengangkat berbagai pertanyaan seputar konsistensi iman dan penguatan makna ibadah puasa dalam kehidupan akademik.

Prof. Syahidin menekankan pentingnya sikap istiqamah dalam menjalankan kebaikan serta menjauhi hal-hal yang dapat melemahkan nilai spiritual. Diskusi juga menghadirkan Ramdan Mubarok, M.Pd. yang menyoroti pentingnya menjaga esensi ibadah puasa agar tidak berhenti pada aspek fisik semata, tetapi juga berdampak pada pembentukan karakter.

Pesan untuk Calon Tenaga Medis

Prof. Syahidin menutup ceramah dengan doa bersama dan menyampaikan pesan kepada mahasiswa kedokteran agar mengintegrasikan nilai spiritual dalam setiap tindakan medis. Ia menekankan bahwa pendekatan holistik yang menggabungkan ilmu dan nilai keimanan dapat memperkuat peran tenaga medis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kontributor : Humas FK UPI/Ramdhan Nugraha