FK UPI Hadirkan Pakar New Zealand Bedah Strategi Pemberantasan TBC di Bandung

FK UPI Hadirkan Pakar New Zealand Bedah Strategi Pemberantasan TBC di Bandung

Bandung – Dr. Sue McAllister, peneliti senior dari University of Otago, New Zealand, membedah hasil riset panjang penanganan Tuberkulosis (TBC) dalam acara Guest Lecture di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) pada Selasa (10/02/2026).

Dalam paparannya, Dr. Sue menyajikan data Global Tuberculosis Report 2024 yang mencatat 8,2 juta orang terdiagnosis TBC baru dan 1,25 juta kematian secara global pada tahun 2023. Indonesia sendiri menempati peringkat kedua beban TBC tertinggi di dunia dengan perkiraan 385 kasus per 100.000 penduduk pada tahun 2022.

Dr. Sue mengungkapkan fakta krusial dari risetnya di Bandung mengenai pola penularan. Melalui metode Whole Genome Sequencing (WGS), tim peneliti menemukan bahwa hanya 53,3% kasus TBC di satu rumah yang memiliki keterkaitan genetik langsung dengan pasien utama (index case). Di lingkungan tetangga, angka keterkaitan genetik tersebut bahkan hanya mencapai 1 banding 24 kasus.

 

Data ini membuktikan bahwa penularan TBC di Bandung terjadi secara meluas di ruang publik, seperti pasar, masjid, atau transportasi umum, dan tidak terbatas pada kontak serumah saja. Oleh karena itu, Dr. Sue menekankan pentingnya metode Active Case Finding (ACF) atau pencarian kasus aktif di mana tenaga kesehatan dan kader mendatangi masyarakat, bukan sekadar menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan.

Selain itu, riset Dr. Sue menyoroti peran krusial praktisi swasta. Data menunjukkan sekitar 50% masyarakat di negara berpenghasilan rendah dan menengah pertama kali mencari pengobatan ke praktik swasta. Namun, sistem pelaporan kasus ke program TBC nasional dari sektor ini masih belum optimal.

Menutup sesi, Dr. Sue menegaskan bahwa TBC merupakan penyakit yang dapat dicegah dan disembuhkan. Ia mengingatkan para mahasiswa kedokteran UPI bahwa riset kesehatan membutuhkan pandangan jangka panjang untuk menghasilkan perubahan nyata di masyarakat.

 

Kontributor : Humas FK UPI/Ramdhan Nugraha