Malang, 24 Agustus 2025 – Prestasi membanggakan kembali diraih Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) melalui dosennya, dr. Iswandy Janetputra Turu’ Allo, MMedSci, yang berhasil meraih Juara 1 dalam kompetisi ilmiah bergengsi pada ajang 24th Malang Cardiovascular Update (MCV Update) yang diselenggarakan bersamaan dengan 14th Indonesian Society of Echocardiography (INA-Echo) 2025 di Malang. Dalam acara nasional yang berlangsung pada 19–24 Agustus 2025 ini, dr. Iswandy berhasil mengungguli peserta dari berbagai institusi ternama. Posisi Juara 2 diraih oleh dr. Prima Almazini, Sp.JP, Subsp. Eko (K), FIHA, seorang pakar jantung dan ekokardiografi dari Universitas Indonesia, sementara dr. Rina Ariani, MD, FIHA, yang merupakan Koordinator Scientific & Science Development di Indonesian Society of Echocardiography (ISE), menempati posisi Juara 3.

Sebagai seorang akademisi, dr. Iswandy tidak hanya berkiprah di bidang pendidikan kedokteran, tetapi juga memiliki keahlian mendalam di bidang kardiologi dan kedokteran kardiovaskular. Ia terlibat aktif dalam berbagai penelitian terkait jantung, mulai dari pengembangan Cardiology Clinical Supervision Scale (CCSS) untuk menilai kualitas supervisi klinis di bidang kardiologi, hingga studi tentang validasi skor prediksi mortalitas pada sindrom koroner akut. Selain itu, dr. Iswandy juga tercatat aktif dalam penelitian adaptasi instrumen pengukuran kesehatan mental seperti Hospital Anxiety and Depression Scale di Indonesia, yang menambah kekayaan kontribusinya di dunia medis. Saat ini, ia menjabat sebagai Penjabat Ketua Medical Education Unit FK UPI periode 2025–2030, dengan peran strategis dalam mengintegrasikan riset dan pendidikan kedokteran.
Kemenangan ini menjadi bukti kiprah FK UPI dalam mencetak tenaga pendidik dan peneliti yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga relevan dengan kebutuhan global. Lebih jauh, pencapaian ini juga memiliki relevansi erat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Dari sisi SDG 3 (Good Health and Well-being), kegiatan ilmiah di bidang kardiologi dan ekokardiografi berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan kesehatan jantung yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Dari sisi SDG 4 (Quality Education), keberhasilan dr. Iswandy sebagai pendidik sekaligus peneliti menunjukkan integrasi riset dan pendidikan yang memperkuat kualitas pembelajaran kedokteran di Indonesia.
Kontributor : Humas FK UPI
