Bandung, 1 Juni 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2025, Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Jangan Maklum dengan Pikun”. Kegiatan ini digelar pada Minggu, 1 Juni 2025 bekerja sama dengan Alzheimer Indonesia (ALZI) Korwil Bandung dan Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bandung, bertempat di Aula Balairung, Lantai 3, Disarpus Kota Bandung, Jl. Seram No. 2, Bandung Wetan.

Kegiatan ini merupakan wujud komitmen FK UPI dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan. Dengan meningkatnya jumlah lansia di Indonesia, ancaman gangguan kognitif seperti demensia atau Alzheimer menjadi isu penting yang perlu ditanggapi serius. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa gejala pikun tidak boleh dimaklumi begitu saja, tetapi perlu dikenali sebagai tanda awal demensia yang harus ditangani sejak dini.

Acara dihadiri lebih dari 150 peserta dari kalangan lansia, keluarga, mahasiswa, relawan, dan tenaga kesehatan. Rangkaian kegiatan berlangsung interaktif dan edukatif, meliputi senam otak, fun games, pemeriksaan daya ingat, serta talkshow kesehatan yang disambut antusias oleh para peserta.

Talkshow menghadirkan dua narasumber berkompeten:
- dr. Noveline Sagita, Sp.N, MMRS, FINA, dokter spesialis saraf dari salah satu rumah sakit mitra di Bandung, yang menyampaikan materi “Pencegahan Demensia”,
- dr. Ela Kustila, Sp.N, Dosen Fakultas Kedokteran UPI, yang membawakan topik “Kenali Demensia Sejak Dini”.

Dalam sesi penyuluhan, dr. Noveline menjelaskan bahwa demensia bukan bagian dari proses menua yang wajar. Ia menegaskan bahwa satu orang terdiagnosis demensia setiap tiga detik di dunia. Oleh karena itu, deteksi dini dan edukasi masyarakat sangat penting untuk menekan dampaknya terhadap kualitas hidup penderita dan keluarganya.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari roadmap lima tahun PKM FK UPI yang mengintegrasikan edukasi publik, pelatihan caregiver, deteksi dini menggunakan Mini-Mental State Examination (MMSE), serta kampanye literasi kesehatan berbasis komunitas. Selain talkshow, peserta juga mendapatkan materi edukatif cetak serta konsultasi langsung dengan tenaga kesehatan. Demikian disampaikan Dosen FK UPI, dan sekaligus juga Ketua PKM dr. Alvin Wiharja, Sp.KO, MMRS.

Melalui kerja sama dengan ALZI dan Disarpus Kota Bandung, kegiatan ini diharapkan memperkuat peran masyarakat dalam mendukung kualitas hidup para lansia dan membangun pemahaman kolektif bahwa pikun bukanlah takdir yang harus diterima begitu saja. FK UPI terus berkomitmen mengedukasi masyarakat melalui kegiatan pengabdian yang berdampak luas dan berkelanjutan.
Kontributor : Humas FK UPI






