Bandung, 4 Maret 2025 – Prestasi gemilang kembali diraih oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI). Proses yang panjang mulai dari Januari sampai diumumkan pada tanggal 27 Februari 2025, Marshafwah Wafi berhasil meraih Juara II dalam Description National Sahid Essay Competition 2025, sebuah kompetisi esai tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Sahid Jakarta. Dengan mengusung tema Creative Accounting Research for Sustainability, kompetisi ini menjadi ajang bergengsi bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menuangkan gagasan inovatif mereka dalam bidang akuntansi berkelanjutan.
Dalam kompetisi ini, Marshafwah Wafi menulis esai berjudul “Menghitung Nafas: Biaya Tersembunyi Kesehatan Akibat Polusi dalam Lensa Green Accounting”. Esai ini membahas bagaimana konsep green accounting dapat digunakan untuk mengungkap biaya tersembunyi yang ditimbulkan oleh polusi udara terhadap kesehatan masyarakat. Dengan pendekatan multidisiplin yang menghubungkan ekonomi, lingkungan, dan kesehatan, esai ini berhasil menarik perhatian dewan juri dan mengantarkan Marshafwah meraih posisi sebagai pemenang kedua.

Final kompetisi ini diselenggarakan pada 26 Februari 2025 di Universitas Sahid Jakarta, di mana para finalis mempresentasikan karya mereka di hadapan panel juri yang terdiri dari akademisi dan praktisi di bidang akuntansi serta keberlanjutan. Persaingan yang ketat dengan peserta dari berbagai universitas ternama tidak menghalangi Marshafwah untuk menunjukkan keunggulan analitis dan pemikirannya yang kritis dalam membahas isu lingkungan dari perspektif ekonomi kesehatan.
Marshafwah Wafi mengungkapkan bahwa polusi udara bukan hanya permasalahan lingkungan, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan, terutama dalam sektor kesehatan. “Biaya yang harus dikeluarkan akibat penyakit terkait polusi sering kali tidak terlihat dalam perhitungan ekonomi konvensional. Dengan pendekatan green accounting, kita dapat mengukur dampak finansial yang sebenarnya dari pencemaran udara terhadap kesehatan masyarakat dan menjadikannya sebagai pertimbangan dalam kebijakan lingkungan,” ujarnya. Ia juga berharap bahwa kajian seperti ini dapat membuka mata banyak pihak mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan yang lebih baik untuk mencegah kerugian kesehatan di masa depan.
Dekan FK UPI turut memberikan apresiasi atas pencapaian ini, menegaskan bahwa keberhasilan Marshafwah Wafi menjadi bukti bahwa mahasiswa kedokteran tidak hanya unggul dalam bidang medis, tetapi juga mampu memberikan kontribusi dalam kajian ilmiah yang lebih luas, termasuk ekonomi dan keberlanjutan. “Ini adalah bukti bahwa kedokteran dan ekonomi dapat berjalan beriringan dalam membangun kebijakan kesehatan yang lebih baik. Semoga prestasi ini dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya.
Dengan pencapaian ini, FK UPI semakin mengukuhkan posisinya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya melahirkan tenaga medis profesional, tetapi juga akademisi yang mampu berpikir kritis dan inovatif dalam menghadapi tantangan global.
Kontributor : Humas FK UPI/Sarna Suryana
