Sejarah Program Studi Kedokteran S1 – Fakultas Kedokteran UPI

Home » Sejarah Program Studi Kedokteran S1 – Fakultas Kedokteran UPI

Sejarah berdirinya Program Studi Kedokteran Program Sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) berawal dari komitmen UPI untuk memperluas kontribusi di bidang pendidikan tinggi, khususnya pada ranah kesehatan dan kedokteran. Sebagai universitas yang memiliki reputasi panjang dalam dunia pendidikan, UPI melihat adanya kebutuhan strategis untuk mendirikan fakultas kedokteran yang mampu melahirkan tenaga medis profesional sekaligus memiliki kekuatan pada aspek pedagogis, sesuai dengan jati diri UPI sebagai universitas kependidikan.

Gagasan pembentukan Program Studi Kedokteran di UPI mulai muncul pada tahun 2000, ketika pemerintah Indonesia mendorong peningkatan jumlah tenaga medis untuk memenuhi kebutuhan nasional, terutama di daerah-daerah yang masih kekurangan dokter. UPI merespons dengan mulai menerima dokter sebagai tenaga pengajar. Proses ini sempat terhenti dikarenakan moratorium pembukaan fakultas kedokteran baru di Indonesia.  Akan tetapi, proses pembukaan ini dimulai kembali ketika pandemi datang tahun 2020-2021 dan Indonesia kehilangan. Banyak tenaga kesehatan, termasuk dokter.

Setelah melalui kajian akademik dan kelayakan, UPI akhirnya mendirikan program studi kedokteran program sarjana pada tahun 2023. Proses ini melibatkan penyusunan kurikulum berbasis kompetensi sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Kedokteran Indonesia. Selain itu, UPI juga menyiapkan sarana prasarana seperti laboratorium biomedik, pusat keterampilan klinik, serta menjalin kerja sama dengan rumah sakit pendidikan utama dan jejaring puskesmas.

Puncaknya, pada tahun 2023, Program Studi Kedokteran Program Sarjana FK UPI memperoleh izin resmi penyelenggaraan dari pemerintah. Angkatan pertama mahasiswa kedokteran FK UPI yang diterima pada tahun akademik 2023/2024, menandai dimulainya perjalanan pendidikan kedokteran di lingkungan UPI.

Sejak awal penyelenggaraannya, FK UPI menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis SPICES (Student-centered, Problem-based, Integrated, Community-based, Elective, and Systematic) yang menekankan keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses belajar. Mahasiswa diperkenalkan dengan integrasi ilmu dasar biomedis, ilmu kedokteran klinis, serta kesehatan masyarakat sejak semester awal. Pendekatan ini bertujuan untuk membentuk calon dokter yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki empati, keterampilan komunikasi, kepekaan sosial yang tinggi dan menjadi pembelajar seumur hidup.

Hingga saat ini, Program Studi Kedokteran Program Sarjana FK UPI berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan visi menghasilkan lulusan dokter yang kompeten, profesional, dan berkarakter, FK UPI berupaya menjadi pusat pendidikan kedokteran yang unggul di tingkat nasional serta berdaya saing internasional. Upaya ini diwujudkan melalui akreditasi berkelanjutan, pengembangan kurikulum berbasis teknologi digital, serta keterlibatan aktif dalam isu-isu kesehatan global. Dengan demikian, sejarah Program Studi Kedokteran Program Sarjana FK UPI bukan hanya mencerminkan perjalanan pendirian sebuah program studi baru, tetapi juga menjadi tonggak komitmen UPI untuk mengintegrasikan keunggulan dalam dunia pendidikan dengan kontribusi nyata dalam pembangunan kesehatan bangsa.